Setelah minuman aman di tangan, saatnya mencari penyeimbang rasa melalui camilan yang bersifat gurih. Semarang sangat terkenal dengan gorengannya yang memiliki cita rasa autentik dan bumbu yang berani.
Pilihan Gorengan: Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi tahu petis khas Semarang, tempe mendoan yang hangat, atau lumpia goreng yang renyah. Selain itu, ada juga pastel dan risol yang siap menggugah selera. Jajanan ini sangat praktis karena bisa dimakan secara perlahan setelah meminum air.
Estimasi Pengeluaran: Siapkan dana sekitar Rp 20.000 untuk fase ini. Dengan nominal tersebut, Anda sudah bisa membawa satu kantong penuh aneka gorengan yang cukup untuk dinikmati sendiri atau berbagi dengan teman.
Fase 4 (17.00 – 17.30 WIB)
Bagi Anda yang ingin mencicipi sesuatu yang berbeda dari biasanya, Simpang Lima juga menyediakan sudut-sudut yang menawarkan makanan kekinian yang sedang tren di kalangan anak muda.
Menu Populer: Anda bisa mencari gerai yang menjual corndog dengan keju yang mulur, kebab mini, martabak manis berukuran kecil, hingga dimsum hangat. Penjual makanan jenis ini biasanya berkumpul di titik-titik yang lebih ramai dekat pintu masuk pusat perbelanjaan.
Tips Makan: Mengingat ini adalah fase penutup sebelum berbuka, belilah dalam porsi secukupnya. Tujuannya adalah untuk merasakan variasi rasa tanpa membuat perut terasa terlalu penuh, sehingga Anda masih memiliki ruang jika ingin makan besar di malam hari. Estimasi biaya untuk jajanan kekinian ini berkisar di angka Rp 20.000.
BACA JUGA : Menikmati Hari Bersama Keluarga, Ini Rekomendasi Destinasi Makan Sepuasnya di Semarang
BACA JUGA : Masuk Daftar Restoran dan Kedai Legendaris Paling Bersejarah di Semarang
Fase 5 (17.30 – 17.50 WIB)
Mendekati pukul enam sore, kawasan Simpang Lima akan mencapai puncak keramaiannya. Ini adalah momen yang paling hangat secara suasana.
Mencari Tempat Duduk: Segera cari tempat duduk di bangku-bangku taman atau area lapangan yang diperbolehkan. Susun makanan dan minuman yang telah dibeli dengan rapi.
Menikmati Suasana: Gunakan waktu sepuluh hingga dua puluh menit terakhir ini untuk beristirahat, mengobrol dengan rekan perjalanan, atau sekadar memandangi langit senja Semarang yang sering kali berwarna jingga keunguan. Kebersamaan dan rasa senasib dalam menahan lapar dengan orang-orang di sekitar menciptakan atmosfer Ramadan yang sangat kental.
Fase 6 (17.50 – 18.10 WIB)
Begitu suara adzan Maghrib menggema dari masjid-masjid di sekitar, saatnya menikmati hasil perburuan kuliner Anda.
Tahapan Makan: Awali dengan meminum air putih atau minuman manis untuk menghidrasi tubuh secara cepat. Setelah itu, nikmati takjil manis baru kemudian beralih ke camilan gurih. Makan di ruang terbuka sambil melihat kerlap-kerlip lampu kota yang mulai menyala memberikan sensasi makan yang berbeda dibandingkan di dalam ruangan.