SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari program strategis prioritas nasional.
Dalam prosesnya, pemerintah daerah juga mulai membuka ruang keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung penyediaan kebutuhan program tersebut.
Kepala Bidang Usaha Mikro pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih, mengatakan program MBG merupakan kebijakan nasional yang harus dilaksanakan secara bersama oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Program MBG ini merupakan program strategis prioritas nasional yang memang harus dijalankan oleh semua pihak,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Meski demikian, ia mengakui keterlibatan pelaku UMKM dalam program tersebut baru mulai dipersiapkan setelah program berjalan.
Hal ini terjadi karena proses koordinasi antarinstansi di tingkat pusat masih berlangsung pada tahap awal pelaksanaan program.
BACA JUGA : ASN Grebeg Pasar Takjil demi Dongkrak UMKM Sleman
BACA JUGA : Kampung Ramadan Jogokariyan 2026 Siapkan 370 Lapak UMKM, Band Letto hingga Mahfud MD Dijadwalkan Hadir
“Kalau kita melihat historisnya, keterlibatan pelaku usaha UMKM memang baru dikejar setelah program ini mulai berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rencana pelibatan UMKM kemudian mulai dimatangkan melalui berbagai rapat koordinasi antara kementerian dan lembaga terkait.
Dalam proses tersebut, lembaga pengelola program MBG kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mempercepat keterlibatan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Menurut dia, langkah percepatan itu juga mulai diterapkan di Kabupaten Sleman.
Pemerintah daerah berharap Sleman dapat menjadi salah satu wilayah yang lebih cepat dalam implementasi program MBG sekaligus memberikan peluang bagi UMKM lokal untuk ikut terlibat.
“Sehingga kemudian muncul upaya percepatan, termasuk di Kabupaten Sleman yang diharapkan dapat menjadi salah satu daerah percepatan pelaksanaan program tersebut,” jelasnya.
BACA JUGA : 17 Perusahaan Gandeng 75 UMKM Sleman, Dorong Masuk Rantai Pasok Industri