Di Balik Ramainya Pesanan Jelang Lebaran, Ada Cerita Perangkai Parsel Lebaran di Sleman

Di Balik Ramainya Pesanan Jelang Lebaran, Ada Cerita Perangkai Parsel Lebaran di Sleman

Menjelang Lebaran, pesanan parsel di Sleman meningkat tajam. Di balik cantiknya parsel Lebaran, para perangkai harus bekerja dengan teliti, terutama saat menyusun paket keramik dan proses wrapping.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Menjelang Lebaran, aktivitas di Griya Perwita Wisata, Jalan Kaliurang, Sleman semakin sibuk. Pasalnya, di balik parsel cantik yang sampai ke tangan pelanggan, ada proses panjang yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi oleh para perangkai parsel.

Salah satunya adalah Ratri Indriastuti, tim produksi Jogja Parcel, yang sehari-hari bertugas merangkai parsel agar terlihat rapi dan menarik.

Ratri mengatakan, tantangan terbesar saat membuat parsel bukan hanya menata isi, tetapi juga memastikan tampilannya tetap indah hingga diterima pelanggan.

“Kesulitannya itu pas bikin parsel di keranjangnya kan agak kosong, jadi harus dialasi dulu satu-satu pakai kardus, lalu baru ditata item-itemnya biar kelihatan cantik pas sampai ke customer,” ungkapnya saat tengah merangkai parsel pesanan, Minggu (8/3/2026).

Selain itu, parsel yang berisi keramik juga membutuhkan perhatian khusus agar tidak rusak selama proses perakitan.

BACA JUGA : Ekosistem Logistik Dorong Produk UMKM Yogyakarta Menembus Pasar Nasional

BACA JUGA : Masakan Rumahan Jadi Peluang Ekonomi, Amartha Dorong UMKM Perempuan ke Panggung Nasional

“Kalau yang keramik itu harus hati-hati banget biar enggak retak atau pecah,” katanya.

Dalam sehari, seorang perangkai parsel bisa menyusun beberapa paket, tergantung jenis dan ukuran parsel.

Untuk parsel kecil, satu orang bisa menyelesaikan sekitar 10 hingga 12 paket dalam sehari. Namun, jika parsel berisi keramik atau paket campuran makanan dan keramik, jumlahnya lebih sedikit karena prosesnya lebih rumit.

“Kalau parsel yang kecil bisa sampai 10 atau 12. Kalau yang full keramik mungkin lima sampai enam. Kalau yang mix makanan sama keramik sekitar tujuh sampai delapan,” ujar Ratri.

Menurutnya, paket yang paling sulit dirangkai adalah parsel keramik yang disusun tiga tingkat.

BACA JUGA : UMKM dan Pelaku Wisata DIY Diminta Masukkan Unsur Budaya dalam Produk Wisata

BACA JUGA : Libatkan 300 UMKM Lokal, Pusat Oleh-Oleh Batik Putra Boko Hadir di Prambanan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: