PADANG, diswayjogja.id - Laga lanjutan Super League 2025/2026 antara Semen Padang FC melawan PSIM Yogyakarta berakhir tanpa gol 0-0 di Stadion H. Agus Salim Padang, Rabu (4/3/2026) malam.
PSIM harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-38 setelah Fahreza Sudin diganjar kartu merah di babak pertama.
Tuan rumah membuka peluang lebih dulu pada menit ke-18. Firman Juliansyah memanfaatkan serangan balik dan melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti, namun berhasil diamankan kiper PSIM, Cahya Supriadi.
Dua menit berselang, PSIM mendapat kesempatan emas lewat Fahreza yang menerima umpan terobosan dan berhadapan langsung dengan kiper Semen Padang. Sayang, tendangan placing-nya gagal berbuah gol.
BACA JUGA : PSIM Jogja Tanpa Dua Pemain Hadapi Semen Padang, Franco Ramos Tegaskan Siap Tampil Maksimal
BACA JUGA : PSIM Menang 4-2 atas PSBS Biak, Van Gastel: Kami Buang Energi Terlalu Banyak
Pada menit ke-23, giliran Kazaki Nakagawa yang mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh. Bola masih menyamping tipis di sisi kanan gawang PSIM.
Petaka datang bagi tim tamu pada menit ke-38. Fahreza Sudin mendapat kartu merah saat hendak mengayunkan kaki di area kotak penalti, namun mengenai body pemain Semen Padang. Sejak itu, PSIM harus bermain dengan 10 pemain.
Meski kalah jumlah pemain, PSIM tetap tampil menyerang. Sejumlah peluang tercipta, namun belum mampu dikonversi menjadi gol. Di sisi lain, Semen Padang juga gagal memanfaatkan beberapa peluang emas.
Tambahan waktu empat menit di akhir laga tidak mengubah keadaan. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
BACA JUGA : PSIM Jogja vs Bali United 3-3, Laskar Mataram Bangkit di Babak Kedua Usai Tertinggal Tiga Gol
BACA JUGA : PSIM Jogja Latihan Sore Selama Puasa, Fokus Hadapi Bali United dan Biak
Sebelumnya, pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, mengakui persiapan timnya cukup singkat jelang laga tandang tersebut.
“Persiapan kami cukup pendek karena jarak antarpertandingan sangat dekat. Ini bukan persiapan yang saya inginkan, tetapi kami harus fleksibel dan dinamis dengan situasi liga,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).
Dia menilai pertandingan akan berjalan menarik karena tekanan justru berada di kubu tuan rumah yang berada di dasar klasemen.