BACA JUGA : 59 Titik Longsor Terjadi di DIY, BPBD Siagakan 36 Personel TRC dan 125 Brimob
Akibat peristiwa tersebut, tembok rumah bagian belakang dengan panjang sekitar enam meter roboh.
Selain itu, area kamar mandi rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah hingga tidak dapat digunakan.
Kerusakan lain yang terdata meliputi tembok bangunan dengan ukuran sekitar tiga meter yang ikut runtuh, kerusakan pada atap asbes dan genting, serta instalasi pipa air yang terputus akibat tertimpa material longsoran yang diperkirakan mencapai puluhan ton.
BPBD Bantul menilai kondisi di lokasi kejadian masih dalam kategori membahayakan.
Selain karena struktur tanah yang belum stabil, material longsoran juga belum sepenuhnya dibersihkan dari area sekitar rumah warga.
“Situasi masih membahayakan karena material longsor belum sepenuhnya dievakuasi dan penanganan teknis pada tebing belum dilakukan, sehingga ada potensi longsor susulan,” ucapnya.
BACA JUGA : Bantul Terparah Terdampak Bencana, BPBD Kaji Dana Tak Terduga
BACA JUGA : Debit Sungai Fluktuatif, BPBD Yogyakarta Perkuat Sistem Peringatan Dini
Untuk mengurangi risiko yang lebih besar, BPBD Bantul bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sriharjo telah menurunkan personel ke lokasi guna melakukan kerja bakti bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi pembersihan material longsor yang menimpa bangunan serta pendataan kebutuhan bantuan bagi warga terdampak.
Selain penanganan darurat, BPBD juga mulai mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk proses pemulihan.
Beberapa kebutuhan yang diperlukan antara lain bahan bangunan untuk perbaikan rumah yang rusak serta bantuan logistik bagi warga yang sementara waktu harus mengungsi.
Terpal juga menjadi salah satu kebutuhan penting yang disiapkan untuk menutup rekahan tanah di sekitar tebing.
Penutup tersebut diperlukan agar air hujan tidak kembali meresap ke dalam struktur tanah yang sudah retak dan berpotensi memperparah kondisi tebing.
BACA JUGA : Gempa Bantul 5,5 dan 4,4, BPBD Sebut Kerusakan Hanya Ringan