BEM Pesantren Seluruh Indonesia Desak Presiden Copot Menteri ESDM Imbas Krisis Energi Global

Rabu 04-03-2026,14:56 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Pesantren Seluruh Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kegagalan pemerintah mewujudkan swasembada energi di tengah gejolak global akibat eskalasi konflik Iran dan Israel.

Wakil Sekretaris Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Yogi Atma Setiawan, menyebutkan konflik yang melibatkan kedua negara tersebut, serta intervensi berbagai kekuatan global, dinilai telah mengganggu rantai pasokan energi internasional.

Menurutnya, ketegangan di kawasan Teluk Persia, termasuk ancaman terhadap Selat Hormuz sebagai jalur strategis penyuplai sekitar seperlima kebutuhan minyak dunia, memicu lonjakan tajam harga minyak mentah internasional.

“Dampaknya turut dirasakan Indonesia yang masih bergantung pada impor energi. Kenaikan harga minyak global tercermin pada penyesuaian harga BBM non-subsidi dalam negeri,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).

BACA JUGA : Muhammadiyah Kecam Serangan ke Iran, Desak PBB Beri Sanksi dan Dorong Dialog Damai Timur Tengah

BACA JUGA : 525 Guru Besar UGM Siap Rumuskan Naskah Akademik dan Kajian Strategis untuk Pemerintah

Yogi menilai kondisi tersebut juga menunjukkan rapuhnya ketahanan energi nasional.

“Krisis energi akibat perang Iran–Israel membuka mata kita bahwa struktur energi nasional sangat rentan. Tidak ada strategi jangka panjang yang nyata, tidak ada percepatan energi terbarukan, dan ketergantungan pada impor justru semakin besar,” katanya.

Dia menyebut kegagalan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) menghadirkan terobosan strategis telah memperburuk dampak konflik global terhadap masyarakat.

“Karena itu, kami mendesak Presiden segera mencopot Menteri ESDM karena gagal menjaga kedaulatan energi bangsa,” jelas Yogi.

BACA JUGA : UGM Kritik Perjanjian ART Indonesia–Amerika, Berpotensi Langgar Konstitusi dan Ancam Kedaulatan Negara

BACA JUGA : Aksi Damai Forum BEM DIY di Malioboro, Desak Reformasi Total Polri dan Tolak UU Disinformasi

Dalam pernyataannya, BEM Pesantren Seluruh Indonesia menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mencopot Menteri ESDM yang dinilai tidak mampu mengantisipasi krisis energi, baik sebelum maupun selama eskalasi konflik global.

Kedua, menuntut percepatan diversifikasi energi nasional melalui pengembangan energi terbarukan serta reformasi tata kelola energi agar lebih mandiri dan berdaulat.

Ketiga, mengajak seluruh mahasiswa pesantren di Indonesia untuk mengawal isu energi sebagai bagian dari tanggung jawab moral terhadap masa depan bangsa.

Kategori :