SLEMAN, diswayjogja.id - PSIM Yogyakarta sukses meraih kemenangan penting 4-2 atas PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Jumat (27/2/2026) malam.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, mengakui timnya sempat kesulitan mengontrol permainan di babak pertama.
“Saya pikir di babak pertama dalam penguasaan bola kami tidak bermain sebagus biasanya. Kami tidak dalam kontrol dan itu membuat pertandingan menjadi terbuka. Mereka juga berbahaya terutama lewat set piece,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai laga.
Dia menjelaskan, perubahan pendekatan di babak kedua menjadi kunci kebangkitan Laskar Mataram.
BACA JUGA : PSIM Jogja Bungkam PSBS Biak 4-2 di Maguwoharjo, Franco Ramos Mingo dan Ze Valente Brace
BACA JUGA : PSIM Jogja vs Bali United 3-3, Laskar Mataram Bangkit di Babak Kedua Usai Tertinggal Tiga Gol
“Di babak kedua kami bicara soal apa yang sudah kami lakukan selama 22 pertandingan. Penguasaan bola jauh lebih baik. Tapi kami masih terlalu mudah kebobolan. Itu terjadi juga di tiga laga terakhir. Kami mencetak empat gol, tapi kemenangan ini menguras terlalu banyak energi yang sebenarnya tidak perlu,” katanya.
Van Gastel menilai dua gol yang bersarang ke gawang PSIM terjadi karena kelengahan yang seharusnya bisa dihindari.
“Kami harus membuat pertandingan lebih mudah untuk dimenangkan. Terlalu banyak energi terbuang karena kami tidak selalu menjalankan instruksi dengan maksimal,” jelasnya.
Van Gastel juga turut menyinggung jadwal kompetisi yang dinilainya kurang konsisten, terutama di bulan Ramadan.
BACA JUGA : PSIM Jogja Latihan Sore Selama Puasa, Fokus Hadapi Bali United dan Biak
BACA JUGA : Dua Kali Tertinggal, PSIM Jogja Tahan Imbang Persik Kediri 2-2 di Gresik
“Kalau melihat program liga, kadang sembilan hari, sepuluh hari jeda, lalu tiba-tiba sangat pendek. Bagi pemain Muslim yang berpuasa, ini sangat sulit. Mereka tidak makan, harus latihan, dan bermain malam hari. Secara fisik ini berat,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan tim harus tetap siap menghadapi situasi tersebut.
“Saya selalu katakan kepada pemain yang tidak masuk starting eleven, mereka harus siap saat tim membutuhkan. Sekarang ada pemain yang absen, jadi kesempatan terbuka untuk yang lain,” tegasnya.