diswayjogja.id – Pulau Dewata tidak pernah berhenti menawarkan pesona yang menghanyutkan bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana. Dari sekian banyak destinasi yang tersebar di Bali, Ubud tetap memegang takhta sebagai pusat ketenangan, seni, dan spiritualitas. Dikenal dengan hamparan sawah terasering yang hijau royo-royo serta udara pegunungan yang menyejukkan, Ubud telah bertransformasi dari sekadar desa seniman menjadi pusat gaya hidup modern yang tetap menjaga akar tradisinya. Fenomena "Healing" yang kini marak di kalangan generasi muda menemukan pelabuhan terbaiknya di sini, di mana alam dan kreativitas manusia menyatu dengan harmonis.
Seiring berjalannya waktu, magnet utama Ubud tidak lagi terbatas pada ayunan viral atau kunjungan ke pura bersejarah. Kini, muncul tren baru yang melibatkan penjelajahan rasa dan estetika visual melalui keberadaan kafe-kafe tematik yang unik. Kafe di Ubud memiliki karakter yang jauh berbeda dibandingkan dengan kafe di kawasan pesisir seperti Canggu atau Seminyak. Di sini, Anda akan menemukan tempat nongkrong yang dibangun di sela-sela pepohonan rimbun, bangunan yang memanfaatkan struktur bambu tradisional, hingga interior modern minimalis yang menyuguhkan pemandangan lembah yang dramatis.
Selain menjadi tempat untuk memuaskan rasa lapar, kafe-kafe di Ubud kini mengemban fungsi sebagai ruang kerja digital atau yang akrab disebut Work From Cafe (WFC). Banyak pelancong yang memilih menetap lebih lama di Ubud untuk bekerja sambil menikmati suasana tenang yang ditawarkan. Dukungan koneksi internet yang stabil dipadukan dengan aroma kopi Kintamani yang khas menciptakan produktivitas yang berbeda dari biasanya. Tak heran jika setiap sudut kafe di Ubud dirancang sedemikian rupa agar tampak cantik saat diabadikan dalam bingkai foto media sosial, menjadikannya destinasi wajib bagi para pencinta fotografi.
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke jantung Bali ini, memilih tempat singgah untuk sekadar menyesap kopi atau menikmati hidangan lezat bisa menjadi tantangan tersendiri karena pilihannya yang sangat melimpah. Setiap kafe memiliki cerita, konsep, dan spesialisasi menu yang berbeda-beda. Untuk membantu Anda menentukan pilihan, kami telah merangkum daftar kafe paling ikonik dan terbaru di Ubud yang menawarkan pengalaman luar biasa, mulai dari suasana dunia dongeng hingga konsep magis yang anti-mainstream.
BACA JUGA : Rekomendasi Ruang Kerja Bersama dan Kafe Ramah Laptop di Canggu Bali
BACA JUGA : Daftar Destinasi Kafe Bali Paling Menawan untuk Liburan Anda Selanjutnya
Wyah Art & Creative Space
Kafe yang namanya merupakan akronim dari While You Are Here ini telah menjadi buah bibir di berbagai platform media sosial. Daya tarik utamanya terletak pada desain arsitektur yang organik, di mana bangunan mengikuti kontur alam dan pohon-pohon besar yang ada di sekitarnya. Nongkrong di sini memberikan sensasi seperti berada di rumah pohon mewah. Selain kopinya yang nikmat, setiap sudut Wyah dirancang untuk memanjakan mata, menjadikannya lokasi favorit untuk mencari inspirasi maupun spot foto yang artistik.
Jam Operasional: 06.30 - 20.00 WITA.
Kebun Bistro
Memasuki Kebun Bistro akan membuat Anda merasa seperti sedang menyeberang ke benua Eropa di masa lampau. Dengan dekorasi bergaya klasik Prancis yang dipenuhi dengan tanaman rambat dan bunga-bunga, kafe ini menawarkan suasana yang sangat romantis. Baik area indoor maupun outdoor-nya menyuguhkan detail interior yang sangat teliti, cocok bagi pasangan yang ingin menikmati makan malam dalam suasana yang magis dan elegan.
Jam Operasional: 11.00 - 23.00 WITA.
Lazy Cats
Sebagai salah satu pionir kafe estetis di Ubud, Lazy Cats tetap mempertahankan popularitasnya meskipun banyak pesaing baru bermunculan. Dengan dominasi warna cokelat tanah dan furnitur bergaya retro, kafe ini memberikan kesan bangunan lama yang berkarakter. Menunya didominasi oleh hidangan vegetarian yang lezat dengan kualitas rasa yang konsisten, menjadikannya tempat favorit bagi para pelancong jangka panjang di Ubud.
Jam Operasional: 08.00 - 22.00 WITA.