diswayjogja.id – Semarang sering kali identik dengan kegurihan lumpia yang renyah atau aroma bandeng prestonya yang menggoda selera. Namun, ketika sang surya mulai tenggelam dan semilir angin laut Jawa mulai menyentuh kulit, kota ini menawarkan sisi lain yang tak kalah memikat melalui tradisi minuman hangatnya. Kekayaan kuliner Semarang ternyata tidak hanya terbatas pada makanan berat, melainkan juga merambah pada aneka minuman tradisional atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan "wedang". Minuman ini bukan sekadar penghilang haus, melainkan warisan budaya yang menyatukan kehangatan rempah dengan kearifan lokal.
Istilah "wedang" dalam khazanah bahasa Jawa merujuk pada minuman panas yang biasanya diracik dari seduhan bahan alami seperti jahe, teh, atau kopi, yang kemudian dipermanis dengan gula aren atau gula pasir. Di Semarang, wedang bertransformasi menjadi sajian yang lebih kompleks dan mengenyangkan. Kehadiran bola-bola ketan kenyal yang berisi tumbukan kacang manis yang dikenal sebagai ronde menjadikan aktivitas menyeruput wedang sebagai sebuah pengalaman tekstur yang unik. Kombinasi antara pedasnya jahe yang membakar tenggorokan dengan manisnya isian ronde menciptakan harmoni rasa yang sangat dicari saat cuaca dingin.
Menikmati wedang ronde di Semarang bukan sekadar urusan perut, melainkan juga tentang menikmati suasana kota. Mulai dari kedai pinggir jalan yang bersahaja hingga restoran estetik yang kental dengan nuansa kolonial, setiap tempat memiliki rahasia racikan jahenya masing-masing. Beberapa penjual mempertahankan resep turun-temurun, sementara yang lain berinovasi dengan menambahkan berbagai isian seperti kolang-kaling, kacang tanah goreng, hingga roti tawar untuk memperkaya cita rasa. Hal inilah yang membuat tradisi minum wedang tetap relevan dan dicintai lintas generasi hingga saat ini.
Bagi Anda yang sedang berkunjung atau merencanakan liburan ke Ibu Kota Jawa Tengah ini, meluangkan waktu untuk berburu wedang ronde adalah agenda wajib. Kehangatan jahe asli yang meresap ke dalam tubuh tidak hanya memberikan kenyamanan bagi perut, tetapi juga memberikan efek relaksasi setelah seharian berkeliling kota. Berikut ini adalah ulasan mendalam mengenai beberapa destinasi wedang ronde terbaik di Semarang yang patut Anda coba untuk melengkapi petualangan kuliner Anda.
BACA JUGA : Daftar Destinasi Kuliner Lumpia Legendaris Semarang Paling Wajib Dikunjungi
BACA JUGA : Rekomendasi Pusat Oleh-Oleh Semarang Mulai Dari Kuliner Sampai Kerajinan Tangan
Wedang Ronde Mahkota
Mencicipi Wedang Ronde Mahkota adalah sebuah keharusan bagi Anda yang menginginkan kontrol penuh atas rasa minuman Anda. Salah satu keunggulan utama di sini adalah kebebasan bagi pengunjung untuk menambahkan sendiri ekstrak jahe cair ke dalam mangkuk mereka. Hal ini memungkinkan Anda untuk menyesuaikan tingkat kepedasan jahe sesuai preferensi pribadi, apakah ingin yang hangat tipis-tipis atau yang pedas menggigit.
Ronde yang disajikan di sini memiliki tekstur kekenyalan yang presisi—tidak terlalu lembek namun mudah dikunyah. Pilihan bahannya pun cukup inovatif, di mana Anda bisa menemukan ronde yang terbuat dari labu, pandan, hingga singkong. Tersedia pula ukuran "ronde unyil" bagi yang menyukai bola-bola kecil, serta opsi kuah susu bagi yang menginginkan sensasi rasa yang lebih creamy.
Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 10.30 hingga 21.00 WIB.
Wedang Ronde Ny. Ong
Sebagai jaringan kedai wedang dengan cabang terbanyak di Semarang, Ny. Ong berhasil mengemas sajian tradisional ke dalam gerai yang didesain secara modern dan nyaman. Tempat ini sangat cocok bagi anak muda yang ingin nongkrong santai sambil menikmati kuliner lokal.
Selain ronde klasiknya yang lembut, Ny. Ong juga menawarkan menu "ronde kering" yang unik, di mana bola-bola ronde disajikan dengan taburan kacang tanah tanpa kuah (kuah disajikan terpisah). Jangan lewatkan juga menu pelengkap lainnya seperti wedang kacang dan wedang roti yang tak kalah populer.
Jam Operasional: Senin-Jumat (07.00 - 21.00 WIB), Sabtu (07.00 - 22.00 WIB).
Wedang Cap Kaw King WOW