YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memetakan sejumlah kawasan pembangunan sebagai dasar perencanaan infrastruktur dan pemerataan wilayah.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Tri Silawati, menjelaskan kawasan pembangunan di DIY terbagi menjadi kawasan pertumbuhan, swasembada pangan, air dan energi, kawasan afirmasi, serta kawasan konservasi.
“Di kawasan pertumbuhan meliputi perkotaan Yogyakarta, pariwisata ekonomi kreatif, kawasan Borobudur-Prambanan-Ratu Boko, Palihan-Merapi, Pantai Selatan, Gunung Sewu, hingga Aerotropolis Yogyakarta,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung DPRD DIY, Jumat (13/2/2026).
Selain itu, kawasan swasembada pangan dan energi berada di wilayah Progo Hulu, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Karst Gunung Kidul. Sementara kawasan afirmasi mencakup wilayah Pegunungan Sumbing di Gunung Kidul, dan kawasan konservasi berada di kawasan taman nasional pegunungan.
BACA JUGA : Tol Fungsional Solo–Jogja dan Jogja–Bawen Siap Dibuka Saat Mudik Lebaran 2026
BACA JUGA : Warga Maguwoharjo Minta Empat Tuntutan Dipenuhi, Proyek Tol Jogja–Solo Seksi II Diminta Ditunda
Tri menambahkan, tantangan pembangunan infrastruktur di DIY masih mencakup ketimpangan antarwilayah dan tingkat kemiskinan yang masih di atas rata-rata nasional.
“Ketimpangan meliputi distribusi sumber daya manusia, aksesibilitas, hingga persebaran investasi yang belum merata,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PUP-ESDM DIY fokus pada peningkatan kinerja irigasi, pemantapan jalan, penyediaan air minum dan sanitasi aman, serta penyediaan perumahan layak dan penanganan kawasan kumuh bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Saat ini, terdapat 41 daerah irigasi kewenangan provinsi dengan kondisi 65,3 persen dalam kategori baik, serta 24 embung dengan kondisi 84,92 persen baik.
BACA JUGA : Sri Sultan Soroti Konektivitas JJLS: Perlu Dukungan Jalan Utara-Selatan untuk Dongkrak Ekonomi DIY
BACA JUGA : TPR Kawasan Pantai Selatan Bantul Digeser ke Selatan JJLS, Pemkab Siapkan Bangunan Permanen
“Kami mengusulkan rehabilitasi jaringan irigasi dan pembangunan embung baru untuk mendukung swasembada pangan,” tuturnya.
Dalam sektor jalan, pembangunan strategis meliputi Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo sepanjang 96,57 kilometer, dengan 54,195 kilometer berada di wilayah DIY, serta Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 8,8 kilometer di wilayah DIY. Selain itu, proyek JJLS sepanjang 118,39 kilometer masih menyisakan ruas Kretek-Girijati sepanjang 5 kilometer yang dalam proses pembangunan.
Pemerintah juga mengembangkan proyek Jalan Prambanan-Gading-Hargosari sepanjang 27,58 kilometer, program Bedah Menoreh Temon-Borobudur sepanjang 51,45 kilometer, serta pembangunan Yogyakarta Outer Ring Road sepanjang 113,413 kilometer yang masih menyisakan beberapa ruas belum tersambung.