BACA JUGA : Ini Aturan Jam Operasional Hiburan, Karaoke, dan Kuliner di Kota Yogyakarta Selama Ramadan
Selain bahan pangan, Pemkab Sleman juga melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kilogram yang banyak digunakan masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
“Selain itu, kami juga melaksanakan pemantauan terhadap peredaran gas LPG 3 kilogram,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya menerima surat permintaan dari Hiswana Migas terkait kebutuhan tambahan kuota LPG 3 kilogram menjelang Ramadhan. Permintaan tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengajuan tambahan kuota ke PT Pertamina.
“Menjelang beberapa hari terakhir ini, berdasarkan surat permintaan dari Hiswana Migas, kami sudah menindaklanjuti dengan mengajukan permintaan tambahan kuota ke PT Pertamina. Kami mengajukan tambahan sesuai kebutuhan yang diajukan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pada prinsipnya pemerintah daerah berkomitmen menjaga agar kebutuhan energi rumah tangga masyarakat tetap aman selama Ramadhan.
Koordinasi dengan Pertamina terus dilakukan agar distribusi berjalan lancar hingga tingkat pangkalan.
BACA JUGA : PSIM Jogja Mandul di Kandang, Van Gastel Nilai Tim Sudah Tampil Maksimal Lawan Persis Solo
BACA JUGA : Satgas Saber DIY Sidak Pasar Beringharjo, Cegah Penimbunan Pangan Belang Ramadan
“Pada prinsipnya, kami sudah memastikan bahwa kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” imbuhnya.
Sebagai langkah stabilisasi harga, Pemkab Sleman juga menyiapkan agenda pasar murah yang akan digelar pada Maret 2026.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung di beberapa lokasi strategis di wilayah Kabupaten Sleman agar dapat menjangkau lebih banyak warga.
“Untuk bulan Maret, kami juga akan melaksanakan pasar murah yang akan digelar di beberapa lokasi di Kabupaten Sleman,” sebutnya.
Pasar murah tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjadi instrumen pengendali inflasi daerah.
Dengan sinergi lintas instansi dan intervensi pasar melalui pasar murah, Pemkab Sleman optimistis stabilitas harga dan pasokan bahan pokok selama Ramadhan dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa dibayangi kekhawatiran lonjakan harga.