Atap dan Pagar SMPN 2 Kalasan Rusak, Kelas VII–VIII Belajar Daring

Senin 02-02-2026,15:18 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

SLEMAN, diswayjogja.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai menindaklanjuti kerusakan bangunan dan fasilitas di SMP Negeri 2 Kalasan yang terdampak hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu sore (31/1/2026).

Kepala SMP Negeri 2 Kalasan, Hadi Suparmo, mengatakan bahwa pada Minggu sore (1/2/2026), jajaran Pemerintah Kalurahan Selomartani bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sleman dan BPBD Sleman telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah.

“Pagar tembok parkiran sepeda motor yang rusak parah menjadi salah satu fokus pengecekan. Dari hasil peninjauan, pemerintah daerah menyatakan siap membantu proses perbaikan,” ujar Hadi saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Selain itu, pada hari yang sama, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman kembali turun ke SMP Negeri 2 Kalasan untuk melakukan asesmen lanjutan terhadap kerusakan bangunan. Sebelumnya, tim dari Dinas Pendidikan dan BPBD Sleman juga telah melakukan gerak cepat meninjau lokasi pada hari kejadian.

BACA JUGA : Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Kalasan, Parkiran Sepeda Siswa Ambruk

BACA JUGA : Hujan Lebat Picu Pohon Tumbang di Purbayan, Teras Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp15 Juta

Pengecekan difokuskan pada sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan berat serta laboratorium komputer yang terdampak rembesan air hujan.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menyampaikan kesiapan membantu rehabilitasi ruang kelas yang kerusakannya cukup parah, termasuk laboratorium komputer,” katanya.

Dia menambahkan, perbaikan atap bangunan menjadi prioritas utama untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, mengingat potensi hujan masih cukup tinggi.

“Hari ini kami prioritaskan perbaikan atap. Kemarin juga hujan dan kami mengantisipasi agar ruangan tidak semakin kemasukan air yang bisa merusak fasilitas di dalamnya,” jelasnya.

BACA JUGA : Puluhan Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Sleman, Ini Penjelasan BMKG

BACA JUGA : Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang Sleman, Puluhan Pohon Tumbang di Pakem dan Cangkringan

Sambil menunggu proses perbaikan rampung, pihak sekolah mengambil kebijakan sementara terkait kegiatan belajar mengajar. Murid kelas VII dan VIII melaksanakan pembelajaran secara daring atau Belajar Dari Rumah (BDR), karena ruang kelas belum memungkinkan untuk digunakan.

Sementara itu, murid kelas IX tetap masuk sekolah untuk mengikuti persiapan Pemantapan Tes Kemampuan Akademik (PPTKA) sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keselamatan murid sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berjalan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali murid, khususnya pengurus Paguyuban Orang Tua (POT), yang terlibat aktif dalam kerja bakti pasca bencana pada Minggu pagi (1/2/2026).

Kategori :