“Kalau Malioboro menjadi kawasan full pedestrian, kendaraan ber-BBM tentu tidak bisa masuk,” tegasnya.
BACA JUGA : Proyek Jembatan Kewek Masuk Tahap Uji Tanah, Ditargetkan Mulai Dibangun Maret 2026
BACA JUGA : Ruang Publik Gratis di Tengah Kota Jogja, Jembatan Kewek Jadi Tempat Bermain Anak
Rencana penerapan Malioboro sebagai kawasan pedestrian penuh ditargetkan pada 2026, meski masih memerlukan identifikasi permasalahan di lapangan, termasuk pemasangan portal dan pengaturan lalu lintas serta parkir.
Erni menekankan bahwa kebijakan ini tidak dapat berjalan tanpa sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Keraton, kepolisian, hingga masyarakat.
“Kalau kita tidak banyak menghirup udara kotor, kita akan menjadi lebih sehat. Tapi ini harus dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.