DIY Libatkan Kelurahan dan Posyandu Percepat Target Nol TBC

Sabtu 31-01-2026,05:21 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat strategi penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melibatkan perangkat kelurahan, Posyandu, dan organisasi masyarakat seperti PKK. 

Langkah ini menjadi bagian dari program nasional untuk mencapai target eliminasi TBC pada 2030.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama di tingkat akar rumput.

“Program pemerintah ini memang awalnya menargetkan tahun 2030, tetapi ini butuh kolaborasi berbagai pihak,” katanya, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, kunci keberhasilan adalah pengumpulan data yang akurat. 

BACA JUGA : Soroti Program MBG dan P3K SPPG, DPRD DIY Ingatkan Guru Juga Harus Sejahtera

BACA JUGA : Bertemu Sri Sultan, Wamenkes RI Beberkan Alasan DIY Diawasi Stunting dan TBC

Perangkat desa, kalurahan, dan kelurahan dinilai sangat strategis karena mereka paling memahami kondisi warganya. 

Informasi ini sangat penting dalam menggerakkan masyarakat untuk ikut serta dalam program skrining, pemeriksaan, dan terapi pencegahan TBC.

“Mereka sangat penting karena merekalah yang paling tahu kondisi dan data masyarakat di wilayahnya,” ucapnya. 

Data ini akan menjadi dasar dalam merencanakan program kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, Ngarso Dalem juga memberikan arahan agar lembaga masyarakat seperti Posyandu dan PKK dilibatkan. 

Organisasi-organisasi ini memiliki akses langsung ke masyarakat, sehingga mampu mendukung edukasi kesehatan, pendataan kasus, dan pengawasan terhadap pengobatan pasien TBC.

BACA JUGA : Belum Ada Kasus, Pemda DIY Tetap Waspada Ancaman Virus Nipah

BACA JUGA : Renovasi Stadion Mandala Krida Masih Bertahap, DPRD DIY Minta PSIM Bersabar

Kategori :