CCTV Ungkap Dua Titik Pembakaran Tenda Polda DIY dalam Kericuhan Massa

Rabu 28-01-2026,06:10 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

BACA JUGA : Prioritas Sekolah Rusak Berat, Sleman Andalkan Dapodik

Ia juga mengaku membawa korek api karena merupakan seorang perokok. Situasi berubah ketika massa di lokasi mulai bertindak anarkis.

“Keinginan membakar tenda itu muncul saat massa sudah mulai anarkis. Ada yang menjebol pagar, melempar batu, dan meneriakkan untuk melakukan pembakaran,” tuturnya. 

Ia menuturkan, di tengah kericuhan, muncul sekelompok orang dari arah barat yang mengenakan pakaian serba hitam dan penutup wajah. 

Menurutnya, kelompok tersebut ikut terlibat dalam tindakan anarkis yang terjadi di sekitar tenda Polda DIY.

“Ada gerombolan orang datang dari arah barat, pakai baju hitam dan menutup wajah. Mereka juga ikut dalam tindakan anarkis itu,” ucapnya.

Terkait alat yang digunakan, ia menyebut dirinya mengetahui pilox bisa mengeluarkan gas yang mudah terbakar dari video yang pernah ia lihat, meski belum pernah mencobanya secara langsung. 

BACA JUGA : Kasus Laka Jambret Sleman Menggantung, Tahap Kedua Restorative Justice Belum Dijadwalkan

BACA JUGA : Kasus Suami Kejar Jambret di Sleman Masuk Jalur Damai, Ganti Rugi Belum Dibahas

Ia mengaku percobaan pertama untuk membakar tenda tidak berhasil.

“Pilox itu bisa mengeluarkan gas untuk membakar. Saya lihat dari video, tapi belum pernah mencoba. Waktu percobaan pertama, tenda itu tidak terbakar,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, korek api miliknya dalam kondisi rusak sehingga ia menggunakan korek yang diberikan oleh orang tidak dikenal. 

Ia menyalakan api di bagian timur tenda, sementara di saat yang sama ada pihak lain yang melakukan tindakan serupa di sisi selatan tenda.

“Saya menyalakan api di tenda bagian timur, tapi saya lihat juga ada orang tidak dikenal yang membakar di bagian selatan. Itu terlihat di rekaman CCTV,” sebutnya. 

Ia menyebut, upaya pembakaran pertama berlangsung sekitar satu menit, sedangkan percobaan kedua sekitar 30 detik. 

BACA JUGA : 15 Saksi Diperiksa, Kejari Sleman Tunggu Audit Negara untuk Tetapkan Tersangka Baru Dana Hibah Pariwisata

Kategori :