Menelusuri Permata Pariwisata Jejak Keindahan dan Sejarah di Cangkringan

Sabtu 17-01-2026,05:55 WIB
Reporter : Tri Diah Aprilia
Editor : Syamsul Falaq

Biaya Masuk: Rp 15.000 per orang.

Tips: Gunakan pakaian dengan warna yang kontras dengan warna batu abu-abu agar hasil foto Anda lebih menonjol.

Museum Petilasan Mbah Maridjan

Wisata di Cangkringan tidak melulu tentang kesenangan, tetapi juga tentang penghormatan. Museum Petilasan Mbah Maridjan adalah bekas tempat tinggal sang juru kunci Merapi yang legendaris. Di lokasi ini, pengunjung bisa melihat sisa-sisa keganasan awan panas atau wedhus gembel yang menghanguskan seluruh isi rumah pada tahun 2010.

Berbagai benda yang membeku dalam waktu dipajang secara sederhana, mulai dari kerangka sepeda motor, peralatan dapur yang meleleh, hingga sisa-sisa gamelan yang rusak. Tempat ini memberikan pelajaran berharga tentang kesetiaan terhadap tugas dan kekuatan alam yang tak terbendung. Suasana di petilasan ini cenderung lebih tenang dan khidmat, mengajak setiap pengunjung untuk sejenak mengheningkan cipta bagi mereka yang menjadi korban dalam bencana tersebut.

Informasi Pengunjung:

Jam Operasional: 07.00 hingga 17.00 WIB.

Akses: Biasanya dikunjungi menggunakan mobil jip sebagai bagian dari paket wisata sejarah Merapi.

Museum Mini Sisa Hartaku

Tidak jauh dari petilasan Mbah Maridjan, terdapat Museum Mini Sisa Hartaku. Bangunan ini merupakan rumah asli milik seorang warga bernama Bapak Kimin yang dibiarkan dalam kondisi hancur akibat terjangan erupsi. Pemiliknya memutuskan untuk tidak membangun kembali rumah tersebut menjadi hunian, melainkan menjadikannya museum kecil agar masyarakat bisa belajar tentang dahsyatnya bencana alam.

Di dalam museum ini, Anda bisa melihat jam dinding yang jarumnya berhenti tepat saat awan panas menerjang, kerangka hewan ternak yang hanya tersisa tulang-belulangnya, serta berbagai perabot rumah tangga yang terdistorsi akibat panas ekstrem. Keaslian tempat ini tanpa adanya pemugaran berlebihan membuat emosi pengunjung tersentuh. Ini adalah destinasi edukatif yang sangat penting bagi pelajar untuk memahami mitigasi bencana dan sejarah geologi Merapi.

Informasi Pengunjung:

Jam Operasional: 08.00 hingga 18.00 WIB.

Biaya Masuk: Menggunakan sistem donasi sukarela (rata-rata pengunjung memberikan Rp 5.000).

BACA JUGA : Menjelajahi Lorong Waktu Kode Rahasia di Museum Sandi Yogyakarta, Simak Info Lengkapnya Berikut Ini

BACA JUGA : Menjelajahi 8 Destinasi Kuliner Paling Ikonik di Yogyakarta Tahun 2026, Simak Informasi Lengkapnya Disini

Kategori :