“Sekarang aset itu bukan hanya apa yang kita miliki, tetapi apa yang bisa kita nikmati, walaupun bukan milik kita,” pungkasnya.
BACA JUGA : Kuota Haji 2024 Era Gus Yaqut Tuai Kontroversi, Benarkah Melanggar Konsitusi?
BACA JUGA : Bandara YIA Jadi Gerbang Internasional DIY, Imigrasi Yogyakarta Catat Lonjakan WNA 2025
Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, Muhammad Rizal Pahlevi, usai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyebutkan pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian perkembangan Angkasa Pura Indonesia pascamerger Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II menjadi satu entitas, yakni Angkasa Pura Indonesia.
“Kami menyampaikan peran Angkasa Pura Indonesia sebagai operator bandara, khususnya terkait Bandara YIA yang selama ini terus kami tingkatkan konektivitas dan penerbangannya, baik yang sudah berjalan maupun peluang penerbangan baru ke depan,” ujar Risal usai pertemuan dengan Sri Sultan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (13/1/2026).
Menanggapi wacana pengusulan Open Sky Jogja, Rizal menegaskan bahwa dari sisi kesiapan bandara, YIA sangat memadai untuk melayani penerbangan tambahan, termasuk penerbangan internasional.
“Secara kapasitas dan slot, kami siap. Kapasitas bandara YIA saat ini masih sangat mumpuni. Fasilitas runway, terminal, imigrasi, karantina, hingga bea cukai juga siap memberikan layanan terbaik,” tutupnya.