Aman, Berikut Ini Rekomendasi Daftar Destinasi Wisata dan Tempat Makan Halal Cek Info Selengkapnya

Jumat 26-12-2025,06:55 WIB
Reporter : Tri Diah Aprilia
Editor : Syamsul Falaq

Makam Wali Seseh di tepi pantai Mengwi yang menawarkan ketenangan batin.

Makam Wali Bukit Bedugul yang berada di ketinggian dan dikenal dengan kisah ajaibnya saat letusan Gunung Agung tahun 1963.

Makam Wali Karang Rupit, seorang ulama keturunan Tionghoa yang juga merupakan murid langsung dari Sunan Gunung Jati.

BACA JUGA : Rekomendasi Kuliner Halal di Denpasar Bali Paling Enak untuk Wisatawan Muslim, Cek Lengkapnya Disini

BACA JUGA : Deretan Restoran Jepang di Bali, Menunya Menggoda untuk Manjakan Lidah dan Perut

Kisah Tragis dan Mistis Raden Ayu Siti Khotijah

Salah satu destinasi ziarah yang penuh emosi adalah makam Raden Ayu Siti Khotijah atau Siti Khadijah di kawasan Pemecutan. Beliau adalah putri Raja Pemecutan yang memilih memeluk Islam setelah menikah. Kisah hidupnya berakhir tragis ketika beliau disalahpahami saat sedang menjalankan salat dan akhirnya terbunuh.

Kawasan makam ini selalu ramai karena nilai sejarahnya yang tinggi. Pengunjung tidak hanya datang untuk mendoakan, tetapi juga untuk mempelajari sejarah toleransi keluarga kerajaan Bali melalui buku-buku literatur yang tersedia di area pemakaman tersebut. Pohon besar yang tumbuh di lokasi dipercaya berasal dari tombak yang digunakan saat peristiwa tragis tersebut terjadi, menambah nuansa sakral pada situs ini.

Desa Pegayaman 

Bergeser ke Bali Utara di Kabupaten Buleleng, terdapat Desa Pegayaman. Desa ini unik karena hampir seluruh penduduknya adalah penganut Islam, namun mereka tetap mempertahankan nama-nama khas Bali seperti Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut. Desa ini dikelilingi oleh perkebunan kopi dan cengkeh yang asri.

Masyarakat Pegayaman dikenal sangat menjunjung tinggi toleransi. Mereka aktif berpartisipasi dalam perayaan Nyepi atau Galungan milik tetangga mereka yang beragama Hindu. Sebaliknya, saat hari raya Idul Fitri tiba, tradisi "Megibung" atau makan bersama menjadi momen berbagi kebahagiaan bagi seluruh penduduk desa tanpa memandang latar belakang agama.

Pura Langgar

Mungkin destinasi yang paling unik adalah Pura Langgar di Desa Bunutin, Bangli. Tempat ini merupakan representasi nyata dari penyatuan dua budaya. Di dalam kompleks pura yang digunakan umat Hindu untuk bersembahyang, terdapat sebuah "Langgar" atau musala kecil bagi umat Islam.

Akulturasi ini tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dalam ritual harian. Misalnya, dalam upacara tertentu, sesajen yang dipersembahkan dipastikan menggunakan bahan yang halal menurut syariat Islam. Pura Langgar menjadi bukti otentik bahwa sejak abad ke-16, hubungan antara komunitas Muslim dan Kerajaan Bali telah mencapai tingkat saling menghormati yang sangat dalam.

BACA JUGA : Deretan Kafe Viral di Bali yang Menjadi Magnet Wisatawan Gen Z Tahun 2025, Berikut Info Selengkapnya

BACA JUGA : Eksplorasi Yakitori Otentik Dari Norii Ubud Bali, Simak Informasi Selengkapnya Berikut Ini

Kategori :