Kisah Bocah SD Boyolali yang Koma, Diduga Jadi Korban Bullying di Sekolah

Minggu 02-11-2025,16:29 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

“Dia aktif, mudah bergaul, penurut. Yang penting dia punya teman. Kalau enggak nurut, nanti enggak ada yang mau main sama dia. Di rumah dia bebas main sama adik-adiknya, tapi di luar dia seperti menahan diri," ucapnya. 

Pihak sekolah sudah sempat menjenguk korban. Meski begitu, ia merasa komunikasi dengan pihak sekolah belum terbuka sepenuhnya.

“Kemarin ada perwakilan dari sekolah yang datang empat orang. Hari kedua juga ada. Itu menandakan memang ada yang perlu diselesaikan,” ujarnya. 

“Awalnya kami ingin menyelesaikan secara kekeluargaan, tapi sekarang saya harus memilih jalur resmi demi perlindungan anak,” tegasnya. 

Keluarga kini fokus memberikan keterangan kepada kepolisian dan Dinas Pendidikan. Ia mengaku sempat membaca unggahan di media sosial yang membicarakan kasus anaknya. 

BACA JUGA : Korban Aksi Demonstrasi Dirawat di RSUP Dr Sardjito, Pemda DIY Tanggung Biaya Kesehatan

BACA JUGA : RSUP Sardjito Rawat 29 Korban Demo Jogja, Satu Orang Meninggal Dunia

“Saya lihat sekilas di Facebook, banyak komentar jahat. Setelah itu saya enggak buka lagi. Beban pikiran sudah banyak,” pungkasnya.

Ia berharap publik berhenti menyebarkan kabar yang tidak pasti. 

"Saya tidak ingin balas dendam, saya cuma ingin anak saya punya kesempatan kedua untuk hidup tanpa takut," harapnya. 

Kini, keluarga hanya bisa berharap ANC segera sadar. Setiap tarikan napas anak itu menjadi doa yang menggantung di udara ruangan pasien RSUP Dr. Sardjito.

Kategori :