Sebagai bentuk penguatan kolaborasi pentahelix dalam penanggulangan bencana, Pemkot Yogyakarta bersama BPBD akan menggelar Apel Siaga dan Deklarasi Jogja Menuju Tangguh Bencana pada Kamis (30/10/2025).
BACA JUGA : Yogyakarta Diakui Layak Jadi Rujukan Nasional Penanganan Bencana
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Pamer Teknologi dan Mitigasi Kebencanaan ke Duta Besar Australia
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025, dengan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.
“Deklarasi ini menegaskan bahwa ketangguhan terhadap bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Diharapkan sinergi seluruh unsur bisa memperkuat kapasitas Kota Yogyakarta menghadapi cuaca ekstrem,” ujar Nur.
Ketua Forum Tangguh Bencana (FTB) Kota Yogyakarta, Tri Handoko, menambahkan bahwa seluruh 169 kampung di Kota Yogyakarta telah membentuk KTB dengan sekitar 30 personel di masing-masing kampung.
KTB berperan aktif dalam kegiatan pengurangan risiko bencana, simulasi penyelamatan, serta edukasi kesiapsiagaan kepada warga.
BACA JUGA : Proyek Drainase Rp4,18 Miliar Jalan Soepomo Dikebut, Warga Harap Tak Ada Lagi Banjir
BACA JUGA : Antisipasi Banjir, DPUPKP Kota Yogyakarta Tambah Sumur Resapan dan Normalisasi Sungai
“Seluruh KTB sudah mendapat pelatihan dasar, logistik, penyelamatan, hingga penggunaan alat komunikasi dan senso. Kami juga rutin melakukan simulasi agar setiap anggota tahu apa yang harus dilakukan sesuai potensi bencana di kampung masing-masing,” tutur Handoko.
Dengan kesiapsiagaan BPBD dan sinergi masyarakat, Pemkot Yogyakarta menegaskan komitmen menjadikan Jogja sebagai kota tangguh terhadap cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di tahun 2025.