BACA JUGA : Soal Laporan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Ketua KPK Setyo Budiyanto: Masih Ditelaah
Ia menekankan pentingnya keselarasan antara visi pemerintah dengan program kerja di lapangan.
“Kita harus memastikan program kesehatan tidak hanya berjalan, tetapi juga selaras dengan upaya mewujudkan keadilan sosial ekonomi masyarakat,” sebutnya.
Data terbaru menunjukkan angka stunting di Sleman pada tahun 2025 berada di angka 4,29% atau 4,2%, sedikit menurun dari 4,41% pada 2024.
Penurunan ini dinilai signifikan meskipun sebagian kegiatan diseminasi program kesehatan belum sepenuhnya diikuti semua pihak.
“Penurunan dari 4,4% menjadi 4,2% ini patut diapresiasi, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Ada beberapa determinan utama stunting yang perlu terus diantisipasi, mulai dari pola makan balita, edukasi keluarga, hingga keterlibatan pemuda di tingkat desa,” ucapnya.
Selain itu, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun ini tidak dilakukan karena pemerintah pusat menyatakan SSGI tidak lagi dilaksanakan setiap tahun.
BACA JUGA : Wabup Sleman Luncurkan Inovasi “Kenceng” di Turi, Strategi Baru Tekan Stunting Menuju Generasi Sehat
BACA JUGA : Sleman Bergerak Cepat: Monev Stunting 2025 Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Demi Generasi Sehat dan Cerdas
Kewenangan pengukuran kini lebih banyak berada di kabupaten melalui E-PPGBM, yang dianggap lebih menyeluruh karena balita diukur langsung di lapangan.
Penyelenggaraan SSGI diperkirakan akan dilakukan tiga tahun sekali, menunggu keputusan resmi pusat.
Para narasumber lain menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dan generasi muda menjadi faktor penting dalam penurunan stunting.
Program inovatif yang melibatkan posyandu, sekolah, serta organisasi pemuda, diyakini dapat mempercepat perubahan.
“Pemuda tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan di masyarakat. Dengan melibatkan mereka, program kesehatan akan lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Kegiatan jumpa pers ini menjadi wadah untuk menegaskan komitmen Pemkab Sleman dalam mengurangi stunting, meningkatkan kesehatan keluarga, dan memberdayakan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
BACA JUGA : ‘Telur Bahagia’ GENTING Sleman: Kolaborasi Baznas dan Bank Sleman Percepat Penurunan Stunting Anak