Kafe Estetik di Jakarta Barat, Mengulas Warisan Kolonial Hingga Peranakan, Cek Lokasi Selengkapnya Disini

Sabtu 18-10-2025,05:35 WIB
Reporter : Tri Diah Aprilia
Editor : Syamsul Falaq

diswayjogja.id - Jakarta Barat, sebuah wilayah yang kaya akan sejarah dan budaya, kini menjadi surga tersembunyi bagi para pencinta kuliner yang mendambakan suasana unik. Wilayah ini secara geografis mencakup kawasan legendaris Kota Tua dan Pecinan Glodok, yang merupakan pusat kegiatan era Kolonial Belanda dan perdagangan etnis Tionghoa masa lampau. Keunikan lokasi ini menciptakan latar belakang yang sempurna bagi tumbuhnya berbagai kafe dan restoran bertema vintage yang tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menawarkan pengalaman berjelajah waktu yang mendalam.

Destinasi kuliner vintage di Jakarta Barat menyuguhkan palet nostalgia yang luas. Pengunjung dapat memilih untuk menikmati kemewahan dan keagungan arsitektur era Kolonial Belanda, lengkap dengan langit-langit tinggi dan dekorasi klasik Eropa. Di sisi lain, ada juga pilihan yang membawa kehangatan dan kekayaan budaya Peranakan Tionghoa, yang ditandai dengan ornamen Tiongkok kuno dan atmosfer Pecinan yang otentik. Perpaduan narasi sejarah inilah yang membuat kafe-kafe di sini jauh lebih dari sekadar tempat makan, melainkan galeri hidup dari peradaban masa lalu.

Daya tarik kafe-kafe tematik ini tidak hanya terletak pada bangunannya yang bersejarah, banyak di antaranya merupakan cagar budaya yang dilestarikan. Namun, pengalaman vintage tersebut diperkuat melalui detail interior, seperti pemilihan furnitur, ornamen dinding, hingga peralatan makan yang digunakan, yang semuanya dirancang untuk mereplikasi suasana tempo dulu secara total. Bahkan, beberapa tempat menyajikan menu khas Belanda atau Tiongkok yang langka, melengkapi perjalanan sensorik ke masa lalu.

Dengan adanya konsentrasi kafe-kafe estetik di satu wilayah, Jakarta Barat, khususnya area Kota Tua dan Glodok, telah memantapkan dirinya sebagai pusat kuliner nostalgia di ibukota. Berikut ini adalah sepuluh rekomendasi utama kafe dan restoran vintage yang menawan dan penuh sejarah di Jakarta Barat, yang siap membawa Anda sejenak menjauh dari hiruk pikuk modernitas, tanpa meninggalkan kota.

BACA JUGA : Restoran Populer di Jakarta Selatan Dengan Ragam Cita Rasa Internasional Serta Nusantara

BACA JUGA : Restorannya Masih Baru tapi jadi Destinasi Kuliner Terkini di Jakarta

Cafe Batavia

Kafe ini menawarkan nuansa yang sangat otentik dan estetik ala era Kolonial.  Dari arsitektur eksterior yang kokoh, dekorasi interior yang dipenuhi foto-foto lawas dan lukisan klasik, hingga pemilihan meja, kursi, dan peralatan makan, semuanya dirancang untuk membawa pengunjung kembali ke masa kejayaan Batavia. Menu yang disajikan adalah perpaduan antara sajian Nusantara yang akrab di lidah dengan beberapa menu klasik Belanda seperti bitterbalen (bola-bola daging goreng renyah), poffertjes (panekuk mini khas Belanda), dan erwtensoep (sup kacang polong).

Rode Winkel (Toko Merah)

Setelah sempat berada dalam kondisi terbengkalai, Toko Merah direvitalisasi menjadi kafe estetik pada tahun 2023. Bagian interiornya dengan cerdas menonjolkan struktur VOC yang asli, seperti kusen kayu yang besar, jendela yang tinggi, dan langit-langit yang menjulang kokoh. Meskipun arsitekturnya berbau Belanda, sajian kuliner di sini lebih fokus pada menu-menu Indonesia populer seperti mie goreng, nasi goreng kampung, iga bakar maranggi, dan juga kudapan manis tradisional seperti rondo royal.

Kedai Seni Djakarta

Saat ini, kedai tersebut dikenal sebagai salah satu yang paling ikonik di Kota Tua. Pengunjung dapat menikmati sensasi kedai ala Eropa dengan area outdoor yang dilengkapi payung-payung besar yang berfungsi melindungi dari terik matahari. Pilihan menu didominasi oleh hidangan utama Indonesia yang menghangatkan seperti sop buntut, buntut goreng, iga bakar, nasi bakar ayam, mie godog, dan sapi lada hitam, menawarkan kenyamanan bersantap dalam balutan sejarah.

Acaraki Jamu Kota Tua

Bagian interior gedung disulap menjadi kafe modern yang tetap mempertahankan nuansa lawas, tetapi dengan fokus utama pada inovasi jamu.  Acaraki dikenal sebagai pelopor “Jamu New Wave”, menyajikan jamu-jamu klasik seperti kunyit asam dan beras kencur dalam kemasan yang lebih kekinian. Kreasi unik mereka termasuk golden sparkling (kunyit asam dicampur air berkarbonasi), saranti (beras kencur dengan creamer), bereskrim (es krim rasa beras kencur), dan vanilla twilight (kunyit asam dengan es krim), yang menarik kaum muda untuk kembali mencintai minuman warisan.

Pantjoran Tea House

Kategori :