BACA JUGA : Jelang Pelantikan Kepala Daerah, Gubernur DIY Berharap Komunikasi Pemda dengan Kabupaten dan Kota Lebih Baik
"Kami akan berupaya melaksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya dengan nada tegas namun rendah hati.
Menurutnya, FDS tidak hanya berfungsi sebagai wadah koordinasi antar-Danarta, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalurahan.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas pihak untuk menjawab tantangan pengelolaan dana desa yang kian kompleks di era digital dan keterbukaan informasi.
"Kami akan terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah guna mendorong tumbuhnya ekonomi inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan tata kelola pembangunan yang partisipatif,” pungkasnya.
Ia percaya, kekuatan Danarta bukan terletak pada sorotan publik, melainkan pada konsistensi menjaga integritas dalam setiap angka dan laporan keuangan yang mereka kelola. Bagi dirinya, kepercayaan masyarakat adalah aset yang tak ternilai.
“Kami bekerja bukan untuk sorotan, tapi untuk keberlanjutan. Karena dari meja kecil Danarta, arah masa depan desa sering kali ditentukan,” ujarnya.
BACA JUGA : Pelantikan Rektor Baru Periode 2025-2030, Mendiktisaintek: UNY Harus Jadi Pelopor Pendidikan Transformatif
Pelantikan pengurus baru FDS menjadi babak baru perjalanan para pengelola keuangan desa di Sleman.
Di tengah tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi, mereka dihadapkan pada tugas besar memastikan bahwa setiap rupiah dana desa benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat kecil.