BACA JUGA : Sri Sultan Soroti Kasus Keracunan MBG di DIY, Minta Pengawasan Dapur Ditingkatkan
“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana pelaksanaan di lapangan bisa lebih diawasi. Dari sisi kebersihan, pengolahan, hingga distribusi makanan harus betul-betul diperhatikan,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Sleman juga mengajak masyarakat untuk tidak serta-merta kehilangan kepercayaan terhadap program MBG.
Ia menekankan bahwa manfaat program ini sudah dirasakan banyak keluarga, terutama di kalangan pelajar yang terbantu dengan ketersediaan makanan sehat setiap harinya.
Program MBG sendiri dirancang untuk menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, serta memperbaiki kualitas gizi generasi muda.
Di Sleman, implementasi program ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, sekolah, dan komunitas lokal.
Ia menegaskan kembali bahwa penghentian program bukanlah solusi. Sebaliknya, perbaikan mekanisme pelaksanaan dan evaluasi berkala menjadi langkah yang akan terus diperkuat.
BACA JUGA : Siapkan Dana Rp700 Juta, Dishub Kota Yogyakarta Tambah Pemasangan ATCS di Dua Simpang
BACA JUGA : Dinkes Sleman Ingatkan Batas Konsumsi Makanan MBG, Risiko Rusak Picu Keracunan
Ia optimistis, jika pengawasan diperketat, kasus keracunan dapat diminimalkan tanpa harus mengorbankan tujuan besar program MBG.
“Kami di Sleman berkomitmen agar program ini berjalan baik. Insiden keracunan memang jadi peringatan, tapi tidak boleh mematikan upaya besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.
Dengan demikian, meski menuai tantangan, program Makan Bergizi Gratis di Sleman tetap dilanjutkan sebagai bagian dari gerakan nasional meningkatkan gizi dan kualitas generasi penerus bangsa.