Transformasi Santri di SR 19 Bantul, Budaya Kebersihan Jadi Kunci Karakter Positif

Kamis 11-09-2025,11:18 WIB
Reporter : Kristiani Tandi Rani
Editor : Syamsul Falaq

Selain itu, ia menekankan bahwa pembentukan karakter tidak hanya berlaku di kelas, tetapi di setiap kesempatan, termasuk saat kegiatan ibadah dan interaksi sosial antar-santri.  Upaya kolaboratif ini diharapkan bisa menjadi model pembelajaran karakter yang bisa diterapkan di sekolah lain.

“Kami menilai baiknya seorang siswa dari adabnya: bagaimana mereka bertemu, memasuki ruang, meninggalkan ruang, hingga menjaga kebenaran itu sendiri,” tutupnya.

Kebersihan dan Adab Jadi Prioritas

Ia mengatakan, perubahan perilaku santri mulai terlihat signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

“Mereka lebih bersih, lebih paham posisinya, siapa mereka, bagaimana seharusnya bersikap, dan apa yang diinginkan guru,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, harapan utama guru adalah membentuk siswa yang saleh dan salihah.  Menurutnya, akademik memang penting, tetapi adab, budi pekerti, dan karakter menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap santri.

“Kalau ditanya harapan guru, tentu kami ingin mereka menjadi siswa yang saleh dan salihah. Karena urusan akademik bisa dikejar, tapi adab, budi pekerti, dan karakter, itu yang menjadi kekuatan utama,” sebutnya.

Proses pembentukan karakter ini melibatkan kolaborasi antara wali asuh, guru, dan pihak pendukung lainnya. 

Ia menekankan bahwa penilaian terhadap siswa bukan hanya dari nilai akademik, melainkan dari perilaku sehari-hari, termasuk bagaimana mereka berinteraksi, memasuki dan meninggalkan ruang, serta menjaga kebenaran.

“Kami menilai baiknya seorang siswa justru dari adabnya: bagaimana mereka bertemu, memasuki ruang, meninggalkan ruang, hingga menjaga kebenaran itu sendiri,” tambahnya.

Upaya ini dilakukan melalui pendekatan yang konsisten, termasuk pengawasan di kelas, kegiatan apel, ruang makan, dan saat beribadah.  Ia berharap metode ini bisa menanamkan nilai positif yang berkelanjutan bagi seluruh santri.

“Kebersihan, disiplin, dan adab itu bukan sekadar aturan sekolah, tapi bagian dari karakter yang harus melekat,” lanjutnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa perubahan perilaku ini juga mencerminkan kesadaran santri terhadap posisi mereka di lingkungan sekolah. 

Dengan pemahaman yang jelas tentang peran dan tanggung jawab, mereka diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan berbudi pekerti luhur.

“Proses ini memang membutuhkan waktu dan kesabaran, tapi alhamdulillah hasilnya mulai terlihat,” pungkasnya.

Kategori :