SLEMAN, diswayjogja.id – Sebanyak 178 siswa dari tiga sekolah menengah pertama di Kapanewon Mlati, Sleman, mengalami gejala keracunan usai diduga mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG), Rabu (13/8/2025).
Mereka berasal dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Pamungkas Mlati, dan SMP Muhammadiyah 3 Mlati.
Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo mengatakan, pihaknya sudah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
“MBG kan baru diperiksa kemarin, diambil uji, sekarang lagi diperiksa sama Dinas Kesehatan dan lab kita. Nanti kita bagikan hasilnya,” katanya, Kamis (14/8/2025).
BACA JUGA : Usai Keracunan, SMP Muhammadiyah 3 Mlati Setop Konsumsi MBG Mulai Hari Ini
BACA JUGA : Ratusan Siswa dari Tiga Sekolah di Sleman Keracunan Diduga Usai Konsumsi MBG
Menurutnya, pengujian dilakukan di laboratorium di Semarang, termasuk memeriksa bahan bumbu yang digunakan.
"Ya, sampel makanan sama bumbunya juga kita ambil,” ucapnya.
Ia menambahkan, sementara ini kegiatan distribusi makanan bergizi di tiga SMP tersebut dihentikan sementara, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Untuk operasional khusus di tiga sekolah SMP itu di-stop dulu, tapi untuk SD tetap. Nanti MBG yang menentukannya. Kalau pengecekan lagi ternyata steril dan membolehkan, ya silakan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan menghentikan atau melanjutkan distribusi MBG sepenuhnya berada di pihak penyelenggara program, sementara polisi fokus pada proses penyelidikan.
“Kalau seandainya tidak steril, itu kewenangan MBG untuk cabut atau tidak,” tegasnya.
Pastikan Kondisi Membaik
Ia mengatakan, total siswa yang masih dirawat terakhir terpantau pada Rabu (13/8/2025) malam.
“Terakhir yang masih di rumah sakit tadi malam, di RSUD Sleman ada 19 orang dan di RS UGM ada 3 orang,” ujarnya.
BACA JUGA : SPPG Polda DIY Salurkan 1.954 Paket MBG ke Pelajar di Kulon Progo