Hitsnya Trifting Perlu Pertimbangan Lebih Sebelum Membelinya

Kamis 07-08-2025,06:03 WIB
Reporter : Tri Diah Aprilia
Editor : Syamsul Falaq

diswayjogja.com – Fenomena thrifting atau berburu pakaian bekas kini tengah digandrungi masyarakat luas. Istilah ini merujuk pada aktivitas berbelanja pakaian bekas, dan tempatnya disebut thrift shop, yaitu toko yang khusus menjual barang-barang preloved, terutama pakaian.

Tren ini telah menarik perhatian banyak kalangan, dari pecinta fesyen hingga mereka yang mencari alternatif belanja yang lebih hemat.

Popularitas thrifting tidak lepas dari beberapa daya tarik utamanya. Selain harga yang dibanderol jauh lebih murah dibandingkan pakaian baru, thrifting juga menjadi ajang menarik untuk berburu pakaian bermerek dengan harga miring namun masih dalam kondisi bagus. Ini memberikan kesempatan bagi konsumen untuk memiliki fashion item berkualitas tinggi tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Oleh karenanya, pakaian tersebut acap memiliki desain yang berbeda dari pakaian dalam negeri, menawarkan keunikan yang sulit ditemukan di toko konvensional. Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta fesyen yang ingin tampil beda dan gaya, menciptakan personal style yang otentik dan tidak pasaran.

Thrifting dinilai merupakan aktivitas kesadaran pemanfaatan limbah pakaian akibat produk fast-fashion, berkontribusi pada upaya mengurangi limbah tekstil dan mendukung fesyen berkelanjutan. Namun, di balik segala kelebihan dan keuntungannya, pecinta thrifting perlu tetap memahami bahwa pakaian bekas sangat rentan terinfeksi virus, jamur, bakteri, hingga tungau, sehingga memerlukan perhatian khusus pada aspek kebersihan dan kesehatan.

BACA JUGA : Mix and Match Style Fashion Muslimah Dengan Jaket Kulit, Agar Tampilan Semakin Kece Untuk Berbagai Look

BACA JUGA : Model Celana Cowok Paling Cocok Untuk Harian, Tetap Stylish dan Cocok untuk Semua Gaya

Perhatikan Kebersihan Pakaian 

Sebelum memutuskan untuk membeli pakaian bekas, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah kebersihan barang yang dijual di thrift shop. Pembeli perlu untuk mengamati apakah penjual mengutamakan kebersihan barang yang mereka tawarkan. Toko yang baik akan memastikan pakaian sudah dicuci dan terlihat rapi.

Cermati Noda: Perhatikan dengan seksama noda yang menempel pada pakaian. Identifikasi apakah noda tersebut disebabkan oleh kotoran biasa, bercak darah, atau hal lainnya. Hindari pakaian dengan noda yang mencurigakan atau sulit dihilangkan.

Hindari Pakaian yang Belum Dicuci: Jangan pernah membeli pakaian yang belum dicuci. Untuk memastikannya, pembeli dapat mencium aroma pakaian. Pakaian yang belum dicuci bisa menjadi sumber infeksi karena masih menempel bakteri, jamur, atau tungau dari pengguna sebelumnya. 

Waspadai Residu Kimia: Selanjutnya, pastikan memilih pakaian yang bebas dari bahan kimia seperti disinfektan berlebihan. Beberapa toko mungkin menggunakan disinfektan kuat untuk membersihkan pakaian, namun residu kimia ini dapat memicu munculnya dermatitis kontak atau iritasi kulit pada individu yang sensitif.

Tahu Asal Usul Pakaian 

Meskipun ini seringkali sulit dilakukan di thrift shop umum, hal ini lebih mungkin jika Anda membeli pakaian bekas dari orang yang dikenal atau melalui platform penjualan pribadi. Mungkin pakaian tersebut adalah bekas pakaian kakak, adik, teman, atau orang lain yang dikenal dan Anda yakin dengan kebersihan serta riwayat kesehatannya. Mengetahui asal-usul dapat memberikan rasa aman tambahan.

BACA JUGA : 5 Tips Styling Long Dress Muslim Agar Tidak Monoton, Tampak Segar dan Menawan

BACA JUGA : Gaya Fashion First Date Untuk Wanit a 2025, Tampilan Sederhana Untuk Kencan Romantis

Hindari Membeli bekas pakai yang sensitif

Pakaian dalam

Kategori :