“Kreativitas seperti ini harus didukung dan saya sangat apresiasi, tinggal ke depannya yang harus dipikirkan bersama adalah bagaimana supaya bahan baku sampah plastik ini bisa kontinu dan murah, setelah itu cara pemasarannya agar hasilnya produktif,” terangnya disela peluncuran.
BACA JUGA : Gelar Karya P5, Siswa SDN Lempuyangwangi Pamerkan Karya Daur Ulang
BACA JUGA : TPS3R Caturharjo Jadi Satu-satunya TPS3R yang Mengolah Sampah Plastik di Bantul
Pihaknya menyatakan saat ini Pemkot tengah berupaya mengoptimalkan pemilahan sampah, untuk menekan volume sampah di hilir serta meningkatkan serapan sampah anorganik bernilai ekonomi.
“Sampah kita itu belum semuanya terpilah, inilah yang sedang dikerjakan, agar inovasi seperti Jogja Life Cycle bisa berkelanjutan karena bahan bakunya bisa terpenuhi. Nanti makin banyak juga oftaker sampah yang dapat manfaatnya, bisa dapat penghasilan dari situ,” imbuhnya.
Hasto menekankan pada pemarasan, agar produk daur ulang sampah plastik bisa lebih banyak dikonsumsi publik dan menghasilkan profit. Sehingga tempat produksi daur ulang sampah dapat menjadi revenue center.
“Memberikan nilai pada produk, misalnya nanti bikin tasbih dengan value dibuat dari orang-orang dhuafa para penggerobak sampah. Selain itu papan dari daur ulang plastik ini, mungkin nanti bisa digunakan sebagai salah satu material bedah rumah yang kami lakukan tiap seminggu sekali,” tandasnya.