Gelar Karya P5, Siswa SDN Lempuyangwangi Pamerkan Karya Daur Ulang
Siswa SDN Lempuyangwangi memamerkan karya daur ulang dalam gelar karya P5, di mana Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengapresiasi karya siswa, Selasa (24/6/2025). --Dok. Pemkot YK
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Sebanyak lima kelas menampilkan karya pembelajaran dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema utama karya daur ulang sampah.
Kepala SDN Lempuyangwangi, Esti Kartini, mengatakan terdapat 15 stand mulai dari kelas 1 hingga 5 yang tiap kelasnya terdiri dari kelas A sampai C dengan menampilkan karya siswa dibantu para wali murid.
“Gelar Karya P5 ini menjadi kegiatan kedua yang kami gelar, dengan mengangkat tema Berkarya Bangkitkan Semangat Pancasila. Sebagai ajang apresiasi dan menunjukkan karya dan bakat anak-anak peserta didik, juga bagian dari penguatan karakter pelajar pancasila yang kreatif dan peduli lingkungan,” jelasnya dalam Gelar Karya P5 SDN Lempuyangwangi, Selasa (24/6/2025).
Salah satu siswa SDN Lempuyangwangi, Bening dari kelas 5B menceritakan, karya yang dibuat adalah tempat pensil berbahan dasar botol plastik bekas.
BACA JUGA : Kuota Jalur Khusus SPMB 2025 Jenjang SMPN di Umbulharjo Sudah Terpenuhi
BACA JUGA : Ada Tiga Kali Kesempatan Jalur Berbeda pada SPMB SMPN Kota Yogyakarta
“Ini tadinya botol bekas, bikin hiasannya di sekolah bareng satu kelas. Jadi ini barang bekas bisa dibikin jadi barang yang bermanfaat. Rasanya senang dan seru karena bisa menghias karya dan kreasi,” katanya.
P5 menjadi pembelajaran lintas disiplin yang mengajak siswa untuk mengamati, menganalisis dan mencari solusi atas isu nyata di sekitar, termasuk pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan hasil karya para siswa yang memanfaatkan sampah daur ulang menjadi bentuk nyata membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Kegiatan P5 di sini saya lihat luar biasa, anak-anak berkreasi dengan daur ulang sampah. Stand masing-masing kelas yang dihias menarik. Ini jadi bentuk untuk mengenalkan pengetahuan soal pengelolaan sampah sejak dini ya, saya sangat apresiasi,” tuturnya.
BACA JUGA : Hanya Ada Satu SMP, Pemkot Yogyakarta Buka SPMB 2025 Khusus Kemantren Umbulharjo
BACA JUGA : Cegah Titipan Siswa SPMB Kota Yogyakarta 2025, Dindikpora Pastikan Verifikasi Satu Persatu
Wawan yang ternyata alumni SDN Lempuyangwangi tahun 1977 juga mengenang kembali masa kecilnya di sekolah tersebut.
“Saya sebagai alumni di sini rasanya senang bisa ke sini lagi, 6 tahun yang luar biasa bersama ibu bapak guru, sekarang melihat adik-adik saya optimis mereka akan menjadi pemimpin hebat untuk Kota Yogyakarta dan Indonesia,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: