Kecelakaan Kapal, KKN-PPM UGM di Maluku Tenggara Dihentikan

Kamis 03-07-2025,06:22 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

UGM kini fokus pada proses pemulihan, pendampingan, dan evaluasi menyeluruh demi keselamatan seluruh peserta KKN-PPM di lapangan.

BACA JUGA : Jika Aceh Miliki Dokumen Asli, Pakar Geodesi UGM Sebut Perebutan 4 Pulau Bisa Diselesaikan

BACA JUGA : UGM Gelar Career Day 2025, Perkuat Ekosistem Kampus Hadapi Transformasi Dunia Kerja

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM, Arie Sujito, menyampaikan duka cita yang mendalam dan memastikan melakukan pendampingan secara menyeluruh di lokasi kejadian. 

"Kami terus melakukan pendampingan psikologi, spiritual, dan logistik kepada keluarga korban, mahasiswa yang terdampak, serta unit KKN di lokasi kejadian," ujarnya. 

Dua mahasiswa yang terlibat kecelakaan hingga meninggal dunia yakni Septian Eka Rahmadi, mahasiswa Program Sarjana Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM, dan Bagus Adi Prayogo, mahasiswa Program Sarjana Fakultas Kehutanan UGM.

Sementara mahasiswa lainnya yang mengalami luka dalam insiden kecelakaan kapal tenggelam tersebut yaitu Muhammad Arva Sagraha dan Afifuddin Baliya, sementara Pratista Halimawan dan Daeren Sakti Hermanu dalam kondisi membaik dan stabil. 

BACA JUGA : Lulus S1 UGM di Usia Termuda 19 Tahun, Mutiara Anindyana Hapsari Raih Predikat Cumlaude

BACA JUGA : UGM Menghormati dan Siap Menghadapi Gugatan Rp69 Triliun Ijazah Jokowi di PN Sleman

"Universitas Gadjah Mada menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya dua mahasiswa yang terbaik kami yang gugur dalam tugas pengabdian. Mereka menjalankan amanah intelektual untuk berbakti pada masyarakat dan penuh semangat dedikasi," tandasnya. 

Kategori :