Usai sendratari, enam tokoh agama memimpin prosesi pemberkatan gunungan. Dalam suasana yang tenang dan khusyuk, doa-doa dari berbagai tradisi spiritual dinaikkan ke langit, memohon keberkahan, perdamaian, dan kelestarian hidup bersama.
BACA JUGA : Pertahankan Warisan Budaya, Ada Flashmob Tari Topeng di Festival Jeron Beteng 2025
BACA JUGA : Kemeriahan Festival Layang-layang Motif Wayang di Alun-alun Kidul Yogyakarta
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah terlibat.
“Ini adalah bagian dari cara kita mengucap syukur setelah bekerja dan memperoleh hasil. Kita syukuri dengan cara yang luhur melalui budaya dan kebersamaan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Kirab ini menunjukkan bahwa kerukunan itu nyata dan bisa diwujudkan,” jelasnya.
Hasto menambahkan bahwa kerukunan umat beragama harus terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.
“Kita tidak boleh lelah mencintai perbedaan, karena di situlah kekuatan sejati kita sebagai bangsa,” tandasnya.