YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Sebanyak 20 Kirab Gunungan Undhuh-undhuh diarak oleh warga lintas iman dan agama di kawasan kantor Kelurahan Klitren, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Minggu (8/6/2025).
Kirab Gununggan Undhuh-undhuh digelar sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta serta panggung kebersamaan lintas iman dan meneguhkan jati diri Yogyakarta sebagai kota toleransi dan harmoni.
Ketua Panitia Kirab Gunungan Undhuh-undhuh 2025, Joko Pamungkas, menyampaikan bahwa kirab ini merupakan hasil kolaborasi antara GKJ Gondokusuman, Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) Kelurahan Klitren, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Yogyakarta.
Selain itu, 20 gunungan ini merupakan hasil kreativitas warga lintas agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu serta perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas.
BACA JUGA : Peringatan HUT ke-78, Pemkot Yogyakarta Bakal Gelar Kirab Pusaka Tombak Kyai Wijoyo Mukti
BACA JUGA : Sendratari Cethik Geni, Ramaikan Kirab Budaya Bakda Kupat Kampung Pandeyan
“Kirab ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan berkat dan rezeki yang telah diterima oleh masyarakat. Lebih dari sekadar perayaan budaya, kirab ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas Kota Yogyakarta sebagai kota toleransi sebuah kota tempat keragaman dijunjung tinggi, dan kebersamaan lintas keyakinan menjadi kekuatan yang menyatukan,” ujarnya.
Pihaknya berharap Kirab Gunungan Undhuh-undhuh tidak hanya menjadi peristiwa budaya yang dirayakan, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga harmoni, merawat perbedaan, dan membangun masa depan yang damai dan penuh harapan.
“Semoga acara ini membawa makna dan semangat kebersamaan dan keberlanjutan bagi masyarakat Kota Yogyakarta,” katanya.
Kirab dimulai tepat pukul 09.00 WIB, peserta berjalan dari Kantor Kelurahan Klitren, menyusuri Jalan Solo dan Jalan dr. Wahidin, hingga Embung Langensari.
BACA JUGA : Tampilkan Kostum hingga Maskot Unik, 13 Kontingen Meriahkan Karnaval Gema Takbir Warungboto 2025
BACA JUGA : Pawai Ogoh-Ogoh Semarakkan Malam Akhir Pekan di Malioboro
Menariknya, tujuh andong kehormatan turut menyemarakkan kirab, menambah kekayaan visual dalam prosesi yang diikuti hampir 500 orang ini.
Di depan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman, kirab berhenti sejenak untuk menyuguhkan sendratari religius yang menyentuh hati.
Tarian yang dibawakan oleh para seniman Kota Yogyakarta ini mengisahkan pertemuan simbolik antara Kyai dan Nyai Klitren, dua tokoh spiritual yang merepresentasikan keharmonisan, toleransi, dan cinta tanah air.