Pemda DIY Gelar Rakor Pengembangan Infrastruktur, Sinkronisasi Pembangunan Bantul dan Sleman

Selasa 15-04-2025,08:52 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

Selanjutnya yang kesepuluh, pengelolaan Goa Cerme di Selopamioro, Imogiri, dan ke-11 adalah pembangunan kawasan industri Piyungan yang telah diberikan izin seluas 85 hektar pada masa Bupati Suharsono. Kedua belas, yakni rencana rehabilitasi bangunan yang rusak akibat banjir, terutama di kawasan timur Bantul. 

BACA JUGA : Hari Jadi ke-270, Pemda DIY Komitmen Gabungkan Nilai Tradisi dan Modernitas

BACA JUGA : Pemda DIY Tunggu Izin, YIA Siap Layani Pemberangkatan Haji 2026

Halim menekankan bahwa 12 isu strategis ini mencakup tiga sektor ekonomi yang mendominasi PDRB Kabupaten Bantul, yaitu sektor industri, pertanian, dan pariwisata.

“Sektor industri telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam lima tahun terakhir, bahkan melampaui sektor pertanian. Hal ini menarik perhatian investor, terutama di sektor garmen, yang berencana memindahkan pabrik mereka dari Tangerang dan Bekasi ke Bantul,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memaparkan berbagai program unggulan Sleman. Salah satu program utama yang diperkenalkan adalah Sleman Go Green, yang fokus pada penyediaan ruang terbuka hijau publik dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Danang menjelaskan bahwa program ini mencakup penyediaan ruang terbuka hijau di setiap kelurahan, serta program Sleman Tuntas Sampah yang bertujuan untuk mengatasi masalah sampah di daerah tersebut. 

BACA JUGA : Sri Sultan HB X Tekankan Penataan Kawasan Malioboro dan Parkir ABA dengan Bijak

BACA JUGA : Sri Sultan HB X Berikan Empat Pesan Pembangunan Kota Yogyakarta kepada Hasto Wardoyo

Sementara pada pengelolaan sampah, Danang menjelaskan rencana operasional TPST Donotirto yang akan dimulai pada Juni 2025, dilengkapi dengan tiga modul dengan kapasitas maksimal 60 ton per hari.

Selain itu, TPS di Desa Sendangsari juga akan dilengkapi dengan mesin yang mampu melayani 6 transfer depo dengan kapasitas 40 ton per hari.

“Program Tuntas Sampah juga mencakup peningkatan kapasitas TPS3R dan pengembangan bank sampah di 120 dukuhan, serta kerjasama dengan pihak ketiga untuk teknologi pemusnahan limbah. Saat ini, Sleman memiliki 303 bank sampah dan membutuhkan tambahan 99 bank sampah untuk meningkatkan pengelolaan sampah,” tandasnya. 

Kategori :