Mengenal Tradisi Mendhem Ari-Ari dan Brokohan di Lingkungan Yogyakarta

Minggu 27-10-2024,09:19 WIB
Reporter : Dikana Alfina
Editor : Syamsul Falaq

Garam, kemiri, beras, dan gereh pethek menyiratkan bahwa setiap manusia perlu memenuhi kebutuhan pangan. Benang dan jarum melambangkan kebutuhan sandang.

BACA JUGA : Bus Pariwisata Yogyakarta, Si Thole Bisa Jalan dengan BBM Sampah Plastik

BACA JUGA : Jadwal Lengkap Donor Darah di Yogyakarta, Cek Stoknya untuk Tanggal 25 hingga 26 Oktober 2024

Kertas bertuliskan berbagai huruf menyimbolkan pentingnya ilmu dalam mengarungi kehidupan. Kembang boreh dan kunyit mencerminkan kebutuhan penawar atau obat.

Uang logam menjadi pelengkap, agar kelak sang anak pandai mencari uang sehingga dapat mencukupi kebutuhan lain yang belum terpenuhi.

Setelah semua kelengkapan dimasukkan, kendil tersebut di-pendhem atau ditanam  di tanah sedalam lengan sang ayah. Di atas tanah tersebut dipasang lampu yang dinyalakan setiap malam selama 35 hari atau selapan.

Tradisi Brokohan 

Saat proses mendhem ari-ari dilangsunhkan, digelar juga upacara brokohan yaitu  tradisi yang menjadi penanda dan pemberitahuan bahwa seorang perempuan telah melahirkan.

BACA JUGA : Satpol PP Pemkot Yogyakarta Tertibkan Ratusan APK Yang Melanggar Aturan

BACA JUGA : Majukan Sektor Perikanan Gunungkidul Yogyakarta, Pelabuhan Gesing Beri Harapan Baru

Kata brokohan sendiri berasal dari bahasa Arab ‘barokah’ yang berarti berkah. Selain sebagai penanda kelahiran, tradisi ini juga bentuk  ungkapan rasa syukur atas kehadiran anggota baru dalam keluarga dan harapan agar sang anak selalu dilimpahi keberkahan.

Brokohan termasuk upacara alit atau kecil sehingga sesaji yang disiapkan untuk tradisi brokohan tidak banyak dan bersifat sederhana.

Beberapa jenis sesaji yang disiapkan yaitu jenang tujuh macam, di antaranya je nang putih, jenang merah, jenang baro-baro, jenang blowok, jenang palang, jenang sliring, dan jenang merah yang atasnya diberi sedikit jenang putih.

Tujuh jenang tersebut yang dibuat di hari kelahiran melambangkan harapan akan rezeki dan kebahagiaan yang berlimpah.

BACA JUGA : Fakta Dibalik Bakpia yang Sering Dijadikan Buah Tangan Dari Yogyakarta

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Menghimbau Agar Masyarakat Tidak Tergiur Janji Bisa Loloskan Tes CPNS

Selain jenang, ada juga dhawet yang merupakan m inuman berbahan tepung pati yang dicetak dengan saringan khusus hingga membentuk buliran-buliran memanjang.  

Kategori :