SLAWI , DISWAY JOGJA - Keseriusan Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Tegal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (B PBD ) untuk meminimalisir dampak bencana pada daerah rawan bencana terus dilakukan.
Jelang datangnya musim penghujan, kali ini usai melakukan kajian geologi di kawasan rawan bencana bareng tim Geologi Bandung, BPBD kembali memasang alat Early Warning Sistem ( EWS) di dua lokasi. Kalak BPBD Elliya Hidayah melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Widiarso didampingi Kasubid Kesiapsiagaan Samsudin menyatakan , EWS atau alat peringatan dini bencana untuk menditeksi gerakan tanah kali ini dipasang di Dukuh Benda Pedukuhan Krajan Kecamatan Bumijawa dan Desa Cintamanik di kawasan Gunung Tilau Kecamatan Bumijawa. BACA JUGA:Lebakwangi Kabupaten Tegal Krisis Air Bersih, Warga Harus Jalan Kaki 1 Kilometer untuk Dapat Air "Selain berfungsi untuk menditeksi dini tanah longsor, alat tersebut juga untuk menditeksi intensitas hujan tinggi yang berpotensi menjadi penyebab longsor," ujarnya Selasa 17 Oktober 2023. Tidak hanya sebatas memasang alat, BPBD juga menggelar simulasi dengan melibatkan warga sekitar berikut pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi. "Hingga saat ini di Kabupaten Tegal sudah terpasang sedikitnya 4 alat EWS masing-masing di Desa Dermasuci, Padasari, dan 2 yang baru terpasang tahun ini di Dukuh B enda dan Cintamanik. Sebernarnya selain Desa Cintamanik di Kecamatan Bumijawa ada satu kawasan lagi yang perlu dipasang alat EWS , terpatnya di Desa Krajan," cetusnya. BACA JUGA:Projo Kabupaten Tegal Tetap Dukung Ganjar, Tak Peduli dengan Deklarasi Budi Arie Menurutnya , Early Warning System ini merupakan system peringatan dini yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan timbulnya kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda–tanda alam lainnya. "Prinsip kerja EWS sendiri adalah apabila terjadi gerakan tanah, dan menimbulkan geseran pada alat tersebut, maka EWS akan secara otomatis membunyikan sirine tanda bahaya ,” ungkapnya. Dijelaskan, s irine ini berfungsi untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat setempat apabila terjadi gerakan tanah , dan berpotensi terjadi longsoran. “ Harapannya adalah agar masyarakat dapat merespon informasi tersebut , dengan cepat dan tepat," jelasnya . BACA JUGA:Jelang Akhir Jabatan, Wali Kota Tegal Dedy Yon Lakukan Evaluasi dan Peningkatan Kapabilitas di Jogja Ditambahkan, k esigapan dan kecepatan reaksi masyarakat merupakan faktor yang sangat penting , dalam meminimalisir timbulnya korban jiwa apabila terjadi bencana. “ Oleh karena itu semakin dini informasi yang disampaikan, semakin cepat respon masyarakat . M aka semakin minim risiko yang ditimbulkan," tegasnya. ( * )Minimalisir Dampak Bencana, BPBD Kabupaten Tegal Pasang Alat Ini
Selasa 17-10-2023,14:29 WIB
Reporter : Hermas Purwadi
Editor : M Sekhun
Kategori :
Terkait
Selasa 02-12-2025,18:19 WIB
DPRD Padang Pariaman Tetap Lakukan Kunjungan Kerja ke Sleman di Tengah Penanganan Pascabencana
Senin 30-06-2025,18:58 WIB
Mengenal Gita Puspita, Grup Orkes Keroncong Asal Kabupaten Tegal yang Mayoritas Personelnya Anak Muda
Rabu 16-04-2025,16:37 WIB
Pengurus DKD-KT Retreat Kebudayaan, Upaya Membangun Sinergitas di Kabupaten Tegal
Rabu 15-01-2025,12:55 WIB
Cuaca Ekstrem hingga Talud Longsor, Warga Yogyakarta Diminta Waspada Tanda Kerawanan Bencana
Kamis 26-12-2024,17:01 WIB
Liga 4 Jateng 2024-2025, Slawi United Target Lolos ke Liga 3 Nasional
Terpopuler
Jumat 23-01-2026,15:37 WIB
Cobain Daftar Rekomendasi Bakmi Medan Paling Otentik di Gading Serpong
Jumat 23-01-2026,18:55 WIB
Yahoood! Rekomendasi Destinasi Sarapan Terbaik di Surabaya untuk Memulai Hari
Jumat 23-01-2026,15:13 WIB
Sidang Perdana Arie dan Pembakaran Tenda, Protes atau Kekerasan?
Jumat 23-01-2026,17:00 WIB
Biopori Jumbo Jogja Hasilkan Ratusan Kilogram Kompos dari Sampah Organik
Jumat 23-01-2026,15:32 WIB
Dipanggil Jadi Saksi Dana Hibah Pariwisata di Pengadilan, Ini Respons Bupati Sleman Harda Kiswaya
Terkini
Sabtu 24-01-2026,13:23 WIB
Guru Besar UMY Ungkap AI Tak Pernah Netral, Masyarakat Rentan ‘Dibohongi’ Teknologi
Sabtu 24-01-2026,13:14 WIB
Retaknya Poros Saudi–UEA, Yaman Kembali Jadi Arena Perebutan Pengaruh
Sabtu 24-01-2026,11:13 WIB
KPK Wajibkan Pejabat Sleman Lapor Gratifikasi 30 Hari, Risiko Suap Jadi Sorotan
Sabtu 24-01-2026,11:12 WIB
Nama Bawaslu Muncul dalam Rapat Hibah, Harda Kiswaya: Saya Tidak Tahu
Sabtu 24-01-2026,10:53 WIB