BREBES, DISWAY JOGJA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes menyatakan, segera berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah dan Satpol PP. Tujuannya, menindaklanjuti banyaknya laporan dan keresahan masyarakat , terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye.
Sebab, selama ini banyak pemasangan atribut berunsur colong start kampanye banyak terjadi. Sehingga, untuk memberikan efek jera sekaligus menertibkan pelanggaran penindakan segera dilakukan. BACA JUGA:Waduh! 1.871 Ibu Hamil di Brebes Kekurangan Energi Kronis Ketua Bawaslu Brebes Trio Pahlevi menjelaskan, merespon banyaknya aduan atribut kampanye yang dianggap sudah mencuri start kampanye sebelum waktunya. Pihaknya mengaku, sudah berkoordinasi dengan Bapenda dan Satpol PP terkait mekanisme penindakan. Fokusnya, pemetaan semua titik pemasangan atribut bacaleg maupun bacapres. BACA JUGA:Selesaikan 4 Proyek Strategis, Pemkab Brebes Gelontorkan Anggaran Puluhan Miliar "Jika pemasangannya tidak sesuai ketentuan, atau mengganggu pemandangan maka akan ditertibkan. Termasuk, semua pemasangan reklame di spot berbayar apakah sudah membayar pajak atau belum itu menjadi fokus penindakan," terangnya. Terkait mekanisme penindakan atribut kampanye, lanjut Pahlevi, pihaknya menyatakan tidak bisa bertindak gegabah. Sebab, semua ada tahapan dan proses yang harus ditempuh dalam melaksanakan penindakan. Khususnya, melibatkan stakeholder terkait seperti Bapenda dan Satpol PP sebagai leading sektor. Sehingga, bagaimana dan tahap eksekusinya harus dikoordinasikan terlebih dulu. BACA JUGA:Waduh! 388 Pasien Suspek Frambusia Ditemukan 21 Puskesmas Kabupaten Brebes "Bukan kami bermaksud saling lempar tanggung jawab, tapi harus ada penyamaan persepsi tentang mana yang melanggar dan bagaimana penindakannya agar tidak salah langkah," ujarnya. Sementara itu, Kabid Pajak Daerah dan Retribusi Bapenda Fetiana Dwiningrum menambahkan, pihaknya mendukung penertiban sekaligus pemetaan pemasangan atribut kampanye. Sebab, selain banyak yang belum melakukan pembayaran pajak reklame optimalisasi potensi pajak daerah bisa digali. Terutama, pada semua atribut yang terpasang membentang di tempat reklame namun belum belum membayar pajak akan ditertibkan. BACA JUGA:2.217 Pemilih Pemilu 2024 di Brebes Berpotensi Ganda, KPU Harus Segera Tindak Lanjuti "Kuncinya, pemetaan titik atau spot yang termasuk reklame kena pajak sudah dilakukan. Tinggal menunggu koordinasi lanjutan, Bawaslu dan Satpol PP kapan mulai eksekusi lapangan," tandasnya. ( * )Kumuh dan Semrawut, Atribut Colong Start Kampanye di Brebes Segera Ditertibkan
Sabtu 14-10-2023,11:57 WIB
Reporter : Syamsul Falak
Editor : M Sekhun
Kategori :
Terkait
Minggu 16-08-2026,11:15 WIB
Bupati Paramitha Deg-degan Saat Catwalk di JFW 2026, Pamer Batik Khas Brebes
Rabu 08-07-2026,09:28 WIB
Pengamen Liar di Malioboro Sulit Ditertibkan, Pendekatan Humanis Dinilai Jadi Solusi Jangka Panjang
Minggu 07-12-2025,05:16 WIB
Surga Tersembunyi untuk Healing Murah di Brebes Cocok untuk Liburan, Simak Informasi Lengkapnya Berikut Ini
Kamis 27-11-2025,15:17 WIB
Tipu Konter HP Rp 4,5 Juta di Parangtritis, Pelaku Gunakan Screenshot Transfer Palsu
Rabu 24-09-2025,18:21 WIB
Wajib Dibungkus! Inilah 5 Oleh-oleh Khas Brebes yang Bisa Jadi Camilan Sekaligus Lauk Nikmat
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,17:37 WIB
Warga Cawan Tolak Tambang Pasir dan Batu Kali Ilegal, Khawatir Abrasi Sungai Progo Makin Meluas
Selasa 27-10-2026,17:15 WIB
Viral Wisatawan Bayar Es Jeruk Rp40 Ribu di Malioboro, Ini Respons Pemkot Yogyakarta
Selasa 27-10-2026,15:36 WIB
Jembatan Kewek Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Penataan Taman Menyusul
Selasa 27-10-2026,15:55 WIB
Dua Pria di Sleman Jadi Tersangka Kasus Senjata Api Rakitan, Pistol Pesanan Disebut Dibayar Rp1,5 Juta
Selasa 27-10-2026,18:16 WIB
Kenalan Lewat Aplikasi Online, Pria Asal Temanggung Diduga Gasak 3 iPhone dan 2 iPad di Sleman
Terkini
Rabu 28-10-2026,13:00 WIB
Rekomendasi Wisata Semarang, Sejarah Transportasi Klasik di Museum Kereta Api Ambarawa
Rabu 28-10-2026,12:00 WIB
Sensasi Seru Petik Stroberi Langsung dari Kebun di Desa Alamendah Rancabali di Bandung
Rabu 28-10-2026,10:00 WIB
Tak Harus Jadi Petani atau Nelayan, Sri Sultan HB X Ingin Anak Muda Garap Potensi Kalurahan
Rabu 28-10-2026,09:00 WIB