TEGAL (Disway Jogja) – D inas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal mengungkapkan pelacakan ribuan data kependudukan yang ganda cukup sulit dilakukan. Sebab, ribuan data ganda yang dipresentasikan Dirjen Dukcapil Kemendagri tidak dilengkapi dengan by name by adress yang jelas. Terlebih , muncul aplikasi bar u yang one by one.
“ Alamat tidak detail. Ribuan data ganda susah untuk dilacak, ” kata Kepala Disdukcapil Basuki saat menyampaikan laporan dalam Rapat Kerja Komisi II DPRD Kota Tegal, Jumat (24/6). Rapat Kerja dipimpin Ketua Komisi II Anshori Faqih, diikuti Wakil Ketua Komisi II Purnomo, Sekretaris Komisi II Zaenal Nurohman, dan Anggota Komisi II Sugiyono. Dibeberkan, Pemerintah Kota Tegal segera menindaklanjuti konsultasi yang dilakukan Komisi II ke Dirjen Dukcapil Kemendagri dengan mengadakan Rapat Koordinasi yang dihadiri ketua DPRD, wali kota, sekda, OPD, camat, lurah, kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, ketua MKKS, dan koordinator Relawan Adminduk. Surat Edaran Sekda untuk Penunggalan Data dan Perekaman Massal serta Verifikasi Data Ganda juga telah diterbitkan. Dalam sasaran rencana aksi, total data ganda yang disampaikan Dirjen Dukcapil Kemendagri mencapai 14.888. Setelah dicleaning alamat berjumlah 8.149. Perekaman KTP Elektronik 13.055 dan data anomali 992. Basuki memaparkan, sebanyak 4.490 warga berdata ganda di Kabupaten Tegal, 952 Kabupaten Brebes, 421 Kabupaten Pemalang, dan 49 Kota Pekalongan. Dari 8.149 data ganda, yang sudah terverifikasi 218 yaitu di Kelurahan Debong Lor, Pekauman, Keturen, Kejambon, Mangkukusuman, dan Slerok. Sedangkan 7.807 lainnya tidak diketahui. Sementara dari target perekaman 13.055 yang dilakukan 14 Juni sampai 21 Juni, diketahui 679 di antaranya sudah direkam, 921 pindah, 12 meninggal, sehingga totalnya 11.443. “Kami ingin mengeksekusi by system, tetapi muncul aplikasi baru yang digunakan Disdukcapil seluruh Indonesia. Yang dipresentasikan Dirjen Dukcapil Kemendagri tidak mudah,” ujar Basuki. Ketua Komisi II Anshori Faqih menyampaikan, political will penyelenggara pemerintahan sebenarnya clear untuk sinkronisasi data kependudukan. Rapat Kerja dengan Disdukcapil menghasilkan rekomendasi Disdukcapil harus melanjutkan rencana aksi berikutnya untuk menyelesaikan data ganda. Disdukcapil agar segera melakukan sinkronisasi data kependudukan. “Selain itu, perlu dukungan dan peran aktif RT, RW, kelurahan, dan kecamatan,” ungkap Anshori. (nam)Duh, Ribuan Data Ganda di Tegal Sulit Dilacak
Minggu 26-06-2022,20:52 WIB
Reporter : K. Anam Syahmadani
Editor : Wawan Setiawan
Kategori :
Terkait
Minggu 26-06-2022,20:52 WIB
Duh, Ribuan Data Ganda di Tegal Sulit Dilacak
Terpopuler
Jumat 21-08-2026,10:24 WIB
Menjelajah Cita Rasa Malam Hari di Sidoarjo yang Nikmat, Gurih dan Mengenyangkan
Jumat 21-08-2026,11:55 WIB
Rekomendasi Kuliner Malam di Sekitaran Terminal Tamanan Kediri yang Memanjakan Lidah
Jumat 21-08-2026,11:37 WIB
Menjelajah Wisata Kuliner Malam Legendaris Paling Populer dan Menggoyang Lidah di Bandung
Jumat 21-08-2026,10:54 WIB
Kuliner Rembangan di Dragon Fruit Cafe dengan Panorama Cantik dan Harga Ramah di Kantong
Jumat 21-08-2026,11:16 WIB
Surganya Pecinta Makanan Favorit di Kawasan Surabaya Timur dengan Cita Rasa Autentik
Terkini
Sabtu 22-08-2026,08:25 WIB
Pengangguran Sarjana Tembus 1,03 Juta, Guru Besar UGM Dorong Program “Sarjana Bertransmigrasi”
Sabtu 22-08-2026,06:55 WIB
Roemah Koffie Rilis Cublak Suweng, Inovasi Kopi Premium Perpaduan Biji Gayo Budaya Nusantara
Sabtu 22-08-2026,06:37 WIB
Film Aji Saka Garapan Rektor Suyanto Diincar Sony, Premiere Ditargetkan di Hollywood
Sabtu 22-08-2026,06:16 WIB
Kemeriahan Parade TNI-Polri dan Atraksi Kopasgat IDME 2026, Ada Bendera Merah Putih 281 Meter
Jumat 21-08-2026,20:29 WIB