Aksi Seribuan Mahasiswa di DPRD DIY dan Titik Nol Kilometer, Ada Tujuh Tuntutan
Seribuan mahasiswa dari UII, UPN, UNY, UGM, dan kampus lain menggelar aksi di Malioboro, DPRD DIY, dan Titik Nol Kilometer dengan tujuh tuntutan. Orator juga menyerukan pemakzulan Wapres dan kritik MBG.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Seribuan massa dari GMI, UII, UPN, UNY, Sadhar, dan UGM menggelar aksi di tiga titik di Yogyakarta, yakni kawasan Malioboro, depan DPRD DIY, dan Titik Nol Kilometer, Selasa (20/10/2026).
Mereka membawa tujuh tuntutan kepada pemerintah dan menyampaikan kritik atas sejumlah kebijakan di momentum dua tahun pemerintahan.
Koordinator Umum aksi, Troy Amirul Akhmad, mengatakan aksi digelar setelah konsolidasi dan kajian bersama.
"Hari ini kita lakukan aksi tanggal 20 Oktober 2026. Kami sudah sepakat, sudah ada konsolidasi dulu dengan berbagai pertimbangan kajian," kata Troy.
BACA JUGA : Lima Aksi Mahasiswa Digelar di Yogyakarta Hari Ini, Polda DIY Siapkan Pengamanan Berlapis dan Rekayasa lalin
BACA JUGA : Dua Kampus Gelar Aksi di Titik Nol Kilometer, UII Imbau Mahasiswa Tetap Tertib dan Aman
Troy kemudian merinci tujuh tuntutan yang dibawa massa aksi.
"Yang pertama, evaluasi total penanggulangan karhutla dan percepatan pemulihan masyarakat terdampak. Kedua, kami meminta moratorium, evaluasi, dan transparansi program strategis nasional, terutama MBG dan KDMP. Ketiga, kami menuntut regulasi pengadaan, tata kelola, dan transparansi BBM subsidi di setiap daerah di Indonesia," tutur Troy.
"Keempat, kami menuntut perbaikan pola komunikasi pemerintah, terutama komunikasi Presiden yang kerap merendahkan rakyat. Kelima, restrukturisasi dan perampingan kabinet gemuk demi efisiensi birokrasi dan anggaran negara. Keenam, kami meminta penghentian militerisme dalam berbagai bentuk, terutama pelibatan militer di ranah sipil," lanjutnya.
Tuntutan terakhir adalah penegakan proses peradilan HAM bagi 13 peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu.
BACA JUGA : Ratusan Massa Gelar Aksi Agustus Gelap di UGM, Soroti Perlindungan Pekerja Migran hingga Demokrasi
BACA JUGA : Demo HMI di Balai Kota Yogyakarta Sempat Ricuh, Hasto Wardoyo Temui Massa Bahas Krisis Sampah
Menurut Troy, pihaknya juga meminta evaluasi program Presiden. Program tersebut dinilai mendukung perputaran ekonomi bagi kalangan menengah ke bawah, tetapi pelaksanaannya di lapangan dinilai banyak yang tidak sesuai idealnya. Mahasiswa juga mempersoalkan KDMP dan belanja Presiden untuk program strategis.
Troy menyebut massa berjumlah sekitar 1.000 orang lebih. Mereka mendapat dukungan rektorat UII berupa surat edaran serta fasilitas seperti ambulans dan mobil komando.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: