Wirobrajan Punya Gerakan Bapak Asuh Trotoar, Warga Diminta Bersih-Bersih 15 Menit Sehari

Wirobrajan Punya Gerakan Bapak Asuh Trotoar, Warga Diminta Bersih-Bersih 15 Menit Sehari

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meluncurkan Gerakan Bapak Asuh Trotoar di Wirobrajan dengan melibatkan 45 warga. Program ini mengajak masyarakat, sekolah, dan pelaku usaha membersihkan trotoar selama 15 menit setiap hari.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan Gerakan Bapak Asuh Trotoar di Kemantren Wirobrajan, Sabtu (10/10/2026). Program ini melibatkan 45 orang perwakilan warga dan pemangku kepentingan untuk menjaga kebersihan serta kenyamanan trotoar di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi inisiatif Mantri Pamong Praja Wirobrajan, Rahmi Anggraini, yang menggagas gerakan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi bentuk inovasi gotong royong dalam merawat fasilitas publik dengan melibatkan langsung masyarakat.

“Saya kira ini satu-satunya Bapak Asuh di Indonesia, ada di Wirobrajan. Saya belum pernah mendengar ada Bapak Asuh Trotoar. Itu baru di sini. Mungkin di dunia baru satu-satunya. Ide yang sangat inovatif,” kata Hasto saat peluncuran Gerakan Bapak Asuh di Kantor Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta. 

Dia menyebutkan keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh pejabat pemerintah, tetapi terutama oleh warga yang bersedia terlibat secara langsung dan konsisten.

BACA JUGA : Sungai Code Dibersihkan, Wali Kota Hasto Larang Bantaran Kembali Jadi Kandang Ayam

BACA JUGA :  Sungai Code Akhirnya Dinormalisasi, Sedimentasi Dibersihkan dengan Alat Berat

“Kalau tidak ada Bapak Asuhnya, jelas tidak jalan. Kalau tidak ada mantrinya, bisa jalan. Kalau wali kota tidak ada, bisa jalan. Yang memaknai itu warga masyarakat,” ujarnya.

Hasto meminta pelaksanaan Gerakan Bapak Asuh Trotoar dipantau dan dievaluasi secara berkala. Dia mengusulkan evaluasi dilakukan setidaknya setiap enam bulan sekaligus pemberian apresiasi kepada peserta yang dinilai aktif menjaga kebersihan trotoar.

“Ini luar biasa. Kami betul-betul terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 45 Bapak Asuh yang sudah ada SK-nya masing-masing. Paling tidak enam bulan sekali dilakukan evaluasi dan diberikan apresiasi. Kalau perlu dikasih penghargaan,” jelasnya.

Dia juga mencontohkan keterlibatan SD Kanisius Wirobrajan yang mengajak para siswa membersihkan trotoar di depan sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan melalui jadwal piket setelah istirahat, Jumat Bersih, dan aktivitas kepramukaan.

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Rayakan HUT ke-79, Hasto Wardoyo Dorong Gerakan ASRI dan Pelayanan Publik Bersih

BACA JUGA : Sampah hingga Bau Andong Disikat, Malioboro Dibersihkan Besar-besaran Sambut Selasa Wage

Menurut Hasto, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan kebersihan dapat menjadi sarana pendidikan karakter, terutama untuk menanamkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Pendidikan karakter itu harus dilatih gotong royong, merasakan bagaimana bekerja, mencabuti rumput,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait