BGN DIY Tegas, Pegawai SPPG yang Diduga Tak Berempati Diberhentikan

BGN DIY Tegas, Pegawai SPPG yang Diduga Tak Berempati Diberhentikan

Petugas yang diduga lakukan olok olok terhadap korban dugaan keracunan di Karo akhirnya dipecat dari SPPG Muntuk, Dlingo oleh BGN DIY--FOTO : Ist/ diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id — Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil langkah tegas terhadap pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya menjadi perhatian publik karena dugaan pernyataan yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak persoalan keamanan pangan di wilayah lain.

Pegawai tersebut telah diberhentikan setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan. BGN DIY menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal sepele karena menyangkut etika, empati, dan profesionalitas personel yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengatakan pemberhentian tersebut menjadi bentuk ketegasan organisasi dalam menjaga perilaku dan profesionalitas seluruh jajaran SPPG.

“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.”

BACA JUGA:Pemkab Bantul Sesalkan Pegawai SPPG Dlingo Diduga Olok-Olok Korban Keracunan MBG

BACA JUGA:KSP Sidak Dapur MBG Sleman, 13 SPPG Ternyata Masih Disetop karena Belum Kantongi SLHS

Menurut Gagat, setiap persoalan yang berkaitan dengan keamanan pangan harus disikapi secara serius. Terlebih ketika terdapat masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak.

Ia menegaskan, kondisi tersebut seharusnya mendorong seluruh jajaran untuk menunjukkan kepedulian dan sikap kemanusiaan, bukan justru menjadikannya sebagai bahan candaan maupun olok-olok.

“Ketika ada masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak, kita harus mengedepankan rasa kemanusiaan, empati, serta sikap saling menghormati. Persoalan seperti ini bukan sesuatu yang pantas dijadikan bahan candaan,” tegasnya.

Personel SPPG Diminta Bijak Bermedia Sosial

Gagat juga mengingatkan seluruh personel SPPG agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun ketika menyampaikan pernyataan di ruang publik.

BACA JUGA:Video Diduga Olok-olok Korban MBG Beredar, Orang Tua Siswa Penerima MBG : Tindakan Itu Kelewat Batas

BACA JUGA:Aktivis Buruh Giyanto: MBG Bukan Program Tapi Proyek Kapitalisme, Kaum Buruh Paling Dirugikan

Menurutnya, setiap pernyataan yang disampaikan personel SPPG dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: