Semangat Berbagi Warga Temuwuh Lor Tumbuh Lewat Shodara, Donor Darah hingga Cek Kesehatan Gratis
Semangat solidaritas dan berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat Temuwuh Lor, Balecatur, Gamping, Sleman. Melalui kegiatan sosial bertajuk Shodara yang digagas Takmir Masjid Ar Rahim, warga bersama-sama menggelar pengajian umum, donor darah, pemeriksaan--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id– Semangat solidaritas dan berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat Temuwuh Lor, Balecatur, Gamping, Sleman. Melalui kegiatan sosial bertajuk Shodara yang digagas Takmir Masjid Ar Rahim, warga bersama-sama menggelar pengajian umum, donor darah, pemeriksaan kesehatan dan konsultasi kesehatan gratis di lingkungan Masjid Ar Rahim, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosial, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kepedulian antarwarga. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang ikut berpartisipasi, baik sebagai peserta donor darah maupun dengan memberikan dukungan untuk kebutuhan kegiatan.
Ketua Takmir Masjid Ar Rahim sekaligus panitia Shodara, Dwi Medi Hartono, mengatakan semangat gotong royong warga bahkan membuat kebutuhan operasional kegiatan hampir seluruhnya dapat dipenuhi secara bersama-sama.
"Banyak yang memberikan donasi yang tidak kita perkirakan. Sehingga nyaris takmir tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Semua ditanggung bareng-bareng oleh jamaah," ujarnya.
BACA JUGA : Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia untuk Andrie Yunus, Massa Tuntut Pelaku Teror Air Keras Diungkap
BACA JUGA : Kisah Solidaritas Aktivis UNY di Balik Vonis Perdana Arie
Dukungan warga tidak hanya berupa uang. Berbagai kebutuhan kegiatan, mulai makanan, minuman hingga perlengkapan lainnya, diberikan secara sukarela oleh masyarakat.
Menurut Dwi Medi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosial mampu menjadi wadah untuk memperkuat rasa kebersamaan. Warga tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi juga ikut merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan kegiatan.
Kegiatan donor darah dalam Shodara bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman. Dari sekitar 50 peserta yang mendaftarkan diri, panitia memperkirakan jumlah pendonor yang dapat mengikuti proses donor mencapai lebih dari 40 orang.
Dwi menegaskan Shodara diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Semangat yang dibangun adalah bagaimana masjid dan masyarakat dapat hadir melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan sosial warga.
Ketua panitia Shodara, Prabowo, menjelaskan kegiatan tersebut berawal dari keinginan untuk menghadirkan aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
BACA JUGA : Solidaritas Yogyakarta untuk Sumatra, Wali Kota Hasto Antar Langsung Bantuan Rp1,2 Miliar Korban Banjir
BACA JUGA : Aksi Solidaritas Almarhum Affan, Massa Nyalakan Lilin di Tugu Yogyakarta
"Awalnya kami mendapat informasi dari beberapa komunitas di Jogja yang membutuhkan kegiatan donor darah. Karena kebutuhan darah juga tidak sedikit, kami kemudian berinisiatif mengadakan donor darah," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: