Polda DIY Respons Protes SEMA UGM soal Mylanta dan Pepper Spray
Polda DIY merespons bantahan SEMA UGM terkait unggahan “Fakta di Lapangan” pasca kericuhan Simpang Gramedia. Polisi menegaskan sejak awal menggunakan diksi “diduga” soal isi tabung oranye dan menyebut tujuh personel sempat mengalami iritasi.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
“Alhamdulillah, seluruh korban baik dari mahasiswa maupun petugas saat ini sudah ditangani medis dan telah pulih sepenuhnya,” terangnya.
Polda DIY menambahkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Yogyakarta hingga saat ini tetap aman dan kondusif.
Sebelumnya, perwakilan massa aksi dari UGM dan UPN Veteran Yogyakarta memberikan ultimatum kepada Kapolda DIY untuk menggelar konferensi pers dalam waktu 2x24 jam.
BACA JUGA : Momen Mencekam di Simpang Gramedia Jogja: Kericuhan Pecah saat Aksi Dibubarkan Polisi
BACA JUGA : Panik di Simpang Gramedia Jogja, Massa Berhamburan ke Utara Sambil Saling Berteriak
Mahasiswa menuntut klarifikasi atas narasi mengenai penggunaan pepper spray serta meminta pengusutan tuntas dugaan kekerasan yang terjadi saat pembubaran aksi di Simpang Gramedia.
Mereka juga menilai unggahan media sosial resmi Polda DIY telah menggiring opini terkait dugaan penggunaan cairan merica oleh peserta aksi, sementara menurut mereka tabung yang terlihat dalam dokumentasi merupakan cairan milik tim medis untuk menangani paparan pepper spray.
Selain itu, mahasiswa meminta kepolisian mengusut dugaan kekerasan terhadap peserta aksi serta mempertanyakan dasar pembatasan penyampaian pendapat pada malam hari sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: