Terong Jepang Nasubi Dibudidayakan di Sleman, Panen Cepat dan Dibidik Pasar Ekspor
Terong Jepang Nasubi Dibudidayakan di Sleman, Panen Cepat dan Dibidik Pasar Ekspor--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id—Komoditas hortikultura baru mulai dikembangkan di Kabupaten Sleman. Terong Jepang atau Nasubi kini dibudidayakan di lahan pertanian seluas 1,2 hektare di Dusun Nyamplung Lor, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping. Selain memiliki kualitas premium, terong ini juga dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan karena sudah memiliki pasar ekspor.
Saat ditemui Disway Jogja di lahan budidaya, Lurah Balecatur, Andri Septiyanto, mengatakan terong Nasubi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan terong ungu lokal. Bentuknya lebih besar, berwarna ungu lebih pekat, bertekstur padat, berkulit tipis, serta memiliki cita rasa yang lebih manis sehingga diminati pasar luar negeri.
"Terong Jepang ini memiliki kualitas yang baik, teksturnya padat, kulitnya tipis, dan rasanya lebih manis. Karena itu permintaannya cukup tinggi untuk pasar ekspor," kata Andri.
Di lahan seluas 1,2 hektare tersebut ditanam sekitar 10.000 hingga 15.000 batang terong Nasubi. Salah satu keunggulan komoditas ini adalah masa panennya yang relatif singkat, yakni sekitar 40 hari setelah tanam. Dalam sekali panen, hasil produksi dapat mencapai 1 hingga 2 ton.
BACA JUGA : Pengelolaan Budidaya Ikan Air Tawar Waduk Malahayu Jadi Jujugan Studi Tiru Kabupaten Sumedang
BACA JUGA : Dari Hobi Mancing hingga Jadi Pengepul Utama, Suwandi Pioner Budidaya Ikan Gabus di Kulon Progo
Menurut Andri, pemasaran hasil panen juga tidak menjadi kendala karena telah ada pembeli yang siap menyerap hasil produksi untuk dikirim ke Jepang.
"Perawatannya relatif mudah dan masa panennya cepat. Yang menarik, hasil panennya sudah ada pembeli sehingga petani tidak perlu kesulitan mencari pasar," ujarnya.
Meski memiliki prospek yang menjanjikan, budidaya terong Nasubi tetap memerlukan perawatan yang baik. Petani harus mengantisipasi serangan hama seperti kutu dengan pestisida nabati serta menjaga lahan agar tidak tergenang air yang dapat memicu busuk akar.
Dengan produktivitas yang tinggi, masa panen yang singkat, serta peluang ekspor yang terbuka, terong Jepang Nasubi diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan baru yang mampu meningkatkan pendapatan petani di Sleman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


