Pendaki Ilegal Tertangkap Drone di Puncak Merapi, Polemik Pembukaan Jalur Kembali Menghangat
Sebuah video drone yang memperlihatkan seorang pendaki ilegal berada di kawasan puncak Gunung Gunung Merapi ramai beredar di media sosial. Rekaman tersebut kembali memantik perdebatan mengenai rencana pembukaan jalur pendakian yang telah ditutup selama de--FOTO : Ist/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id – Sebuah video drone yang memperlihatkan seorang pendaki ilegal berada di kawasan puncak Gunung Gunung Merapi ramai beredar di media sosial milik Aly Yusuf. Rekaman tersebut kembali memantik perdebatan mengenai rencana pembukaan jalur pendakian yang telah ditutup selama delapan tahun.
Dalam video yang viral tersebut, tampak seorang pendaki berusaha menutupi wajahnya dan beberapa kali bersembunyi dari sorotan kamera drone. Aksi itu diduga dilakukan karena yang bersangkutan menyadari telah memasuki kawasan yang masih ditutup untuk aktivitas pendakian.
Kemunculan video tersebut menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah polemik antara warga lereng Merapi yang menginginkan jalur pendakian dibuka kembali dengan pihak pengelola kawasan yang tetap mempertahankan kebijakan penutupan.
Warga Dorong Pendakian Dibuka Terbatas
Masyarakat di lereng Merapi berharap pemerintah membuka kembali jalur pendakian secara terbatas dengan sistem pengawasan yang ketat. Menurut mereka, penutupan jalur selama sekitar delapan tahun telah berdampak pada roda perekonomian warga.
BACA JUGA : Delapan Tahun Mati Suri, Warga Lereng Merapi Berharap Buka Kembali Jalur Pendakian Secara Terbatas
Sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari aktivitas pendakian, seperti pemandu (guide), pemilik warung makan, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola penginapan, mengaku kehilangan salah satu sumber pendapatan utama.
Warga juga menilai pembukaan secara resmi justru dapat menekan praktik pendakian ilegal. Dengan adanya jalur resmi, identitas pendaki dapat didata, jumlah pendaki bisa dibatasi, dan proses evakuasi akan lebih mudah apabila terjadi keadaan darurat.
Mereka berpendapat, kasus pendaki ilegal yang kembali muncul membuktikan masih adanya minat masyarakat untuk mendaki Merapi meski jalur telah dinyatakan ditutup.
BTNGM Tegas Tolak Pembukaan Jalur
Di sisi lain, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) tetap menegaskan bahwa jalur pendakian menuju puncak maupun kawasan Pasar Bubrah masih ditutup total.
BACA JUGA : Status Siaga, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Selasa Pagi Selama 3 Menit
BACA JUGA : Bukit Klangon, Wisata 'Ngeri-Ngeri Sedap' dengan Panorama Merapi dari Jarak Sekitar 4 Kilometer
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

