Kabar Duka, Mbah Kasemo Ditemukan Setelah 7 Hari Hilang di Hutan Selorejo Gunungkidul
Tim SAR Gabungan menemukan Mbah Kasemo (81), lansia asal Gunungkidul yang hilang sejak 22 Juni 2026. Korban ditemukan pada hari ketujuh pencarian di Hutan Selorejo, sehingga operasi SAR resmi ditutup.--dok. Basarnas YK
GUNUNGKIDUL, diswayjogja.id - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Mbah Kasemo alias Bajiyo (81), warga Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, yang dilaporkan hilang sejak Senin (22/6/2026). Korban ditemukan pada hari ketujuh operasi pencarian, Senin (29/6/2026), sekitar pukul 10.50 WIB.
Sebelumnya, korban berpamitan dari rumah tetangganya untuk berjalan kaki menuju rumah anaknya di wilayah Gebang, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari. Namun hingga beberapa hari kemudian korban tidak kunjung tiba di lokasi tujuan sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim SAR Gabungan menggelar operasi pencarian selama tujuh hari.
Pada hari terakhir pencarian, tim memulai operasi sejak pukul 08.00 WIB dengan metode open grid di kawasan Hutan Selorejo. Sementara Search and Rescue Unit (SRU) lainnya melakukan penyisiran udara menggunakan drone thermal untuk memperluas area pencarian.
BACA JUGA : Pencarian Mbah Bajiyo Dilanjutkan, Tim SAR Perluas Penyisiran di Kawasan Hutan Selorejo
BACA JUGA : Masuki Hari Ketiga,Tim SAR Terus Mencari Keberadaan Mbah Bajiyo yang Hilang di Gunungkidul
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.50 WIB, korban ditemukan di koordinat 8°01'36.1" LS dan 110°33'01.2" BT. Selanjutnya, korban dievakuasi dan pada pukul 12.00 WIB diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban sekaligus mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian.
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang telah bekerja keras selama tujuh hari melaksanakan pencarian dengan berbagai metode, baik penyisiran darat maupun pemantauan menggunakan drone thermal. Setelah korban berhasil ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR secara resmi ditutup pada pukul 12.25 WIB dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing," ujar Rio Banupanitis melalui keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Operasi pencarian berlangsung dalam kondisi cuaca cerah dengan melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan. Keberhasilan menemukan korban disebut sebagai hasil sinergi seluruh personel yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama pencarian.
BACA JUGA : Pencarian Hari Keempat di Sungai Opak Nihil, Tim SAR Perluas Area Hingga Pantai Samas
BACA JUGA : Nelayan Hilang di Muara Sungai Opak Bantul, Tim SAR Temukan Motor dan Getek
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

