Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 4 Kali Awan Panas Guguran dalam Sepekan

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 4 Kali Awan Panas Guguran dalam Sepekan

Gunung Merapi kembali meluncurkan dua awan panas guguran pada Selasa (16/6/2026) malam. BPPTKG mencatat total tiga kali APG dalam sehari dengan jarak luncur maksimum mencapai 2 kilometer.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih berada pada tingkat tinggi berupa erupsi efusif. Karena itu, status Gunung Merapi tetap dipertahankan pada Level III atau Siaga.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan hasil pemantauan visual dan instrumental selama periode 12 hingga 18 Juni 2026 menunjukkan suplai magma ke tubuh gunung masih berlangsung.

"Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat 'SIAGA'," kata Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, suplai magma yang masih berlangsung berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.

BACA JUGA : Suplai Magma Masih Berlangsung, Merapi Keluarkan Tiga Awan Panas Guguran Sehari

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi di Merapi Pagi Ini, Meluncur ke Kali Sat Sejauh 2 Kilometer

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujarnya.

Dalam laporan aktivitas terbaru, BPPTKG mencatat terjadi empat kali awan panas guguran selama sepekan terakhir dengan jarak luncur maksimum mencapai 2 kilometer ke arah hulu Kali Krasak dan Kali Sat/Putih.

Selain itu, aktivitas guguran lava masih cukup intensif. Tercatat lima kali guguran ke arah hulu Kali Boyong dengan jarak maksimum 2 kilometer, 57 kali ke arah Kali Krasak sejauh 2 kilometer, 16 kali ke arah Kali Bebeng sejauh 1,9 kilometer, serta 88 kali ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur hingga 2,5 kilometer.

Dari hasil survei drone yang dilakukan pada 11 Juni 2026, volume Kubah Barat Daya mengalami penyusutan sekitar 10.300 meter kubik menjadi 4.016.400 meter kubik. Sementara volume Kubah Tengah tercatat relatif tetap sebesar 2.368.800 meter kubik.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 2 Kilometer Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Alur Sungai

BACA JUGA : Gunung Merapi Kembali Aktif, 141 Guguran dan 1 Awan Panas Tercatat dalam Sehari

Meski demikian, suhu Kubah Tengah mengalami kenaikan sekitar 20 derajat Celsius dibanding pengukuran sebelumnya menjadi 233,7 derajat Celsius. BPPTKG menyebut potensi bahaya utama saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan hingga barat daya Merapi.

Kawasan yang berpotensi terdampak meliputi aliran Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer dari puncak. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: