97 SPPG di DIY Terhenti, Mayoritas Terkendala Dana Virtual Account Belum Cair
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Caturtunggal, Sleman, akan mendistribusikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah, pada Selasa (4/1/2025). --Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Sebanyak 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan menghentikan operasionalnya sementara. Sebagian besar penghentian layanan tersebut disebabkan dana pembayaran melalui virtual account (VA) yang belum dicairkan.
Berdasarkan laporan statistik terbaru, dari total 97 SPPG yang terhenti, sebanyak 42 unit atau 43,3 persen terkendala dana VA yang belum cair. Sementara 55 SPPG lainnya atau 56,7 persen berhenti beroperasi akibat berbagai persoalan lain seperti suspend, kendala administratif, maupun operasional.
Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terhenti terbanyak, yakni 36 unit atau 37,1 persen dari total DIY. Disusul Kabupaten Gunungkidul sebanyak 28 SPPG atau 28,9 persen, yang sebagian besar terdampak karena dana VA belum cair.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengakui jumlah SPPG yang berhenti beroperasi cukup besar dan telah menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi pemerintah daerah. Menurutnya, faktor utama penghentian layanan sementara tersebut berkaitan dengan proses pembayaran yang belum terselesaikan.
BACA JUGA : Polemik MBG Kian Menggunung, 97 SPPG di DIY Mandeg Beroperasi Usai Kasus BGN Jadi Sorotan
BACA JUGA : Pemkab Bantul Kebut Sertifikasi Dapur MBG, Baru 40 SPPG Kantongi SLHS
"Ya banyak, karena virtual account-nya belum. Itu kan pembayaran ya, jadi belum tertransfer. Persyaratannya juga belum banyak terpenuhi," ujar Ni Made dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Ni Made menjelaskan, mayoritas pengelola SPPG sebenarnya masih memiliki keinginan melanjutkan operasional. Namun kondisi pendanaan membuat mereka kesulitan menjalankan layanan.
"Yang paling banyak karena virtual account itu belum dibayar atau belum ditransfer. Tapi mereka sebenarnya masih ingin melanjutkan," katanya.
Meski demikian, Sekda DIY menegaskan penghentian operasional tersebut bersifat sementara dan bukan penutupan permanen.
BACA JUGA : Bolen dan Roti Jamuran, Puluhan Wali Murid Keluhkan Menu MBG Ramadan SPPG Gandasuli Brebes
BACA JUGA : Soroti Program MBG dan P3K SPPG, DPRD DIY Ingatkan Guru Juga Harus Sejahtera
"Ya sambil melihat. Mungkin juga ada yang nantinya tidak direkomendasikan lagi untuk membangun. Jadi kita mesti mengevaluasi yang sudah ada, yang sudah existing," jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah DIY masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat karena seluruh skema pendanaan SPPG berasal dari pusat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: