Mama Yasinta, Dari Jalanan Aksi ke Perjuangan Menjaga Martabat Diri

Mama Yasinta, Dari Jalanan Aksi ke Perjuangan Menjaga Martabat Diri

Mama Yasinta, Dari Jalanan Aksi ke Perjuangan Menjaga Martabat Diri.diswayjogja.id--ist

SLEMAN, diswayjogja.id – Nama Mama Yasinta kembali menjadi perbincangan publik. Perempuan Papua yang dikenal lantang menyuarakan aspirasi masyarakat adat itu kini berada di tengah polemik yang ramai dibicarakan di media sosial. Namun di balik beragam narasi yang beredar, tersimpan kisah seorang ibu Papua yang selama ini hidup dekat dengan perjuangan masyarakatnya.

Bagi banyak warga Papua, Mama Yasinta bukanlah sosok asing. Ia dikenal sebagai perempuan yang berani menyuarakan keresahan masyarakat, khususnya terkait persoalan yang menyentuh kehidupan warga di tanah kelahirannya. Kesederhanaannya dan kedekatannya dengan masyarakat membuat namanya dikenal luas, terutama dalam berbagai aktivitas sosial dan aksi penyampaian pendapat yang pernah berlangsung di Papua.

Belakangan, nama Mama Yasinta kembali mencuat setelah muncul perdebatan mengenai keterlibatannya dalam sebuah film dokumenter. Beragam spekulasi bermunculan. Namun Pengamat Militer dan Keamanan, Ridlwan Habib, meminta masyarakat melihat persoalan tersebut secara lebih utuh dan objektif.

Menurut Ridlwan, terdapat kesalahpahaman yang berkembang di ruang digital terkait langkah yang diambil Mama Yasinta.

BACA JUGA : Fakta Sebenarnya Insiden Asrama Papua Kamasan Jogja, Polisi Tegaskan Tidak Ada Serangan

BACA JUGA : Kasus Ojol Dianiaya di Sleman, Pelaku Diserahkan Komunitas Papua

"Ada upaya penggiringan opini yang salah di media sosial seolah-olah Mama Yasinta tidak bertindak secara sukarela. Faktanya, Mama Yasinta datang ke Polda Metro Jaya dengan kesadaran penuh, dalam kondisi sehat, dan tanpa paksaan. Beliau akhirnya menyadari bahwa dirinya selama ini hanya dimanfaatkan," kata Ridlwan di Yogyakarta.

Alumni Fisipol UGM tersebut menjelaskan bahwa publik perlu memisahkan secara tegas antara aktivitas Mama Yasinta pada masa lalu dengan persoalan yang dipermasalahkan saat ini.

Pada periode 2024 hingga 2025, Mama Yasinta memang pernah terlibat dalam sejumlah aksi demonstrasi yang berkaitan dengan penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Keterlibatan itu, menurut Ridlwan, terjadi karena ajakan kerabat dan lingkungan tempat ia beraktivitas.

Namun, seiring berjalannya waktu, sikap Mama Yasinta berubah. Ia memilih untuk tidak lagi membahas isu tersebut dan menutup lembaran lama yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

BACA JUGA : Keindahan Memukau! Deretan Pilihan Tempat Wisata Hits Di Papua, Pesona Tercantik Yang Memanjakan Mata

BACA JUGA : Wamenkes Targetkan Pemerataan Lab TB, Soroti Ketimpangan Akses di Papua

"Pada 2026 ini Mama Yasinta sudah menegaskan bahwa dirinya tidak ingin lagi membahas persoalan PSN. Itu disampaikan langsung oleh beliau," ujar Ridlwan.

Justru yang menjadi keberatan utama Mama Yasinta saat ini bukanlah soal demonstrasi yang pernah ia ikuti, melainkan penggunaan dokumentasi dirinya tanpa persetujuan. Selama mengikuti berbagai kegiatan pada 2024 hingga 2025, banyak pihak mendokumentasikan aktivitasnya melalui foto maupun video.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: