Dua Rumah Nyaris Terbakar Setelah Kobaran Api Setinggi 6 Meter Membakar Timbunan Sampah Di Belakang Rumahnya
Regu 2 pemadam kebakan Sleman akhirnya berhasil memadamkan api setelah berjuang selama 7 jam . diswayjogja.id--Dhani Irawan
SLEMAN, diswayjogja.id — Dua rumah di Padukuhan Temuwuh Lor, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman nyaris terbakar jika tim pemadam kebakaran tidak datang tepat waktu. Tempat penampungan sampah sementara di belakang rumah terbakar hebat dengan kobaran api mencapai ketinggian 6 meter pada Jumat, (22/5/2026).
Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.00 WIB. Salah seorang saksi mata, Pitoyo, mengaku terkejut saat pulang dari kerja bakti program padat karya mendapati api telah berkobar hebat hanya berjarak sekitar 10 meter saja dari rumahnya.
Kondisi itu membuatnya panik hingga sempat mencoba memadamkan api menggunakan selang kecil miliknya.
“Saya pulang dari proyek padat karya, sekitar jam 12.00, biasanya istirahat pulang ke rumah. Tahu-tahu api sudah besar sekali di belakang rumah. Saya panik, saya siram pakai selang kecil, sampai akhirnya sadar dan langsung menghubungi pemadam kebakaran,” ujarnya.
BACA JUGA : Kebakaran di Kolong Jembatan Gondolayu Jogja, Diduga Akibat Puntung Rokok
BACA JUGA : Sleman Siaga Kemarau 9 Bulan, Daerah Rawan Air dan Antisipasi Kebakaran Dipetakan
Petugas pemadam kebakaran pertama kali tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Namun proses pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi yang sangat sempit sehingga mobil pemadam berukuran besar tidak dapat masuk ke area kebakaran. Tak lama kemudian, bantuan armada dengan ukuran lebih kecil diterjunkan agar bisa menjangkau titik api.
Kesulitan berikutnya muncul karena material yang terbakar merupakan tumpukan sampah dalam jumlah besar. Titik api ternyata berada di bagian bawah tumpukan sehingga tidak bisa langsung dipadamkan hanya dengan penyemprotan air dari permukaan.
Koordinator Regu 2 Pemadam Kebakaran Sleman, Angga Sapto Saputra, menjelaskan pihaknya bahkan telah menghabiskan dua tangki air, namun api tetap muncul dari bawah tumpukan sampah.
“Kendala kita selain medan yang sangat sulit aksesnya juga masalah titik api. Titik api berada di bawah tumpukan sampah yang terlihat sudah lama, jadi tidak bisa langsung disemprot,” terangnya.
BACA JUGA : 3 Kebakaran Terjadi Saat Lebaran di Jogja, Damkarmat Ingatkan Bahaya Korsleting
BACA JUGA : Bantul Siapkan Dua Pos Damkar Baru di Dlingo dan Srandakan, Waktu Tanggap Kebakaran Bakal Ngebut
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim pemadam akhirnya meminta warga untuk mencari pinjaman ekskavator kecil dari wilayah sekitar untuk mengurai tumpukan sampah. Setelah ekskavator sampai, sampah diaduk agar titik api yang tersembunyi bisa terlihat dan langsung disiram air.
Setelah berjibaku selama lebih dari 7 jam, kebakaran yang terjadi di area kira kira seluas 800 meter persegi, berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB, dan dilanjutkan tahap pendinginan.
“Dengan bantuan alat berat, titik api bisa diurai kemudian dimatikan. Setelah dinyatakan aman, kami tetap mengimbau area terus disiram air untuk memastikan bara di bawah tumpukan benar-benar padam,” tambah Angga.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kebakaran sempat membuat warga sekitar khawatir api merembet ke permukiman karena lokasi penampungan sampah berada dekat rumah warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: