Akses Wisata Jeron Beteng Dipermudah, Andong dan Becak Disiapkan di Senopati
Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati mulai Sabtu (14/3/2026), bus dilarang parkir, di mana kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan pusat kota serta mencegah bus besar melintas di area inti Sumbu Filosofi Yogyakarta.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati guna mempermudah akses wisata ke kawasan Jeron Beteng.
Langkah ini dilakukan menyusul kebijakan larangan masuk dan parkir bus pariwisata di TKP Senopati. Sebagai gantinya, kawasan tersebut akan dioptimalkan menjadi pangkalan resmi moda transportasi tradisional seperti becak dan andong.
Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan respons atas meningkatnya kunjungan wisatawan ke pusat kota, khususnya kawasan wisata dalam benteng.
“Setelah tidak ada aktivitas parkir bus pariwisata, TKP Senopati tetap dimanfaatkan wisatawan. Kini banyak diakses kendaraan pribadi maupun Elf, sehingga kami siapkan sebagai titik pemberhentian becak dan andong,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
BACA JUGA : Eks Pedagang Senopati Bangkit, Plataran Senopati Hidupkan UMKM Jogja Tawarkan Harga Ramah
BACA JUGA : Parkir Bus Wisata di Jogja Dirombak, Sekda DIY: Senopati Khusus Mobil
Dia menambahkan, lokasi pangkalan akan berada di sisi utara dan selatan area toilet kaca bawah tanah, serta di antara parkir tengah dan barat. Di titik tersebut juga akan dipasang marka dan papan informasi bertuliskan “order here” untuk memudahkan wisatawan.
“Masyarakat atau wisatawan yang ingin ke Jeron Beteng atau kulineran di Pasar Ngasem bisa langsung naik dari sana,” katanya.
Dari sisi kapasitas, TKP Senopati mampu menampung sekitar 10 andong dan 30 becak secara bersamaan. Dengan sistem operasional hingga 12 jam, kapasitas harian diperkirakan mencapai 60 andong dan lebih dari 200 becak.
Penataan ini juga diharapkan mampu mengurai antrean becak dan andong yang selama ini menumpuk di kawasan Malioboro, sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan dalam melanjutkan perjalanan ke destinasi lain seperti Kraton Yogyakarta.
BACA JUGA : Curhat Pengelola Senopati Jogja: QRIS Sukses, Tapi Parkir Bus Dilarang
BACA JUGA : Bus Pariwisata Dilarang Masuk Parkir Senopati Mulai 14 Maret, Ini Aturan Baru di Malioboro
Tak hanya itu, Pemkot Yogyakarta juga memperkuat citra wisata berbasis budaya. Sesuai arahan Wali Kota Hasto Wardoyo, kusir andong dan pengemudi becak akan mengenakan pakaian khas seperti lurik.
“Prinsipnya kita siapkan dulu tempatnya, moda transportasi tradisional kita perkuat agar memiliki nilai lebih bagi wisatawan yang ingin menjelajah kawasan Jeron Beteng,” jelas Agus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: